PUISI NOVEL CERPEN

Thursday, June 15, 2017

SEDERHANA

Sorang pemudah yang hidupnya begitu pas-pasan, tinggal di sebuah kota kecil yang hampir seluruh warganya saling mengenal satu dengan yang lain, bukan berarti kota ini tak banyak orang namun karena akses ke kotah ini sangatlah jauh dari kota lainnya dan letaknya yang berada di antara dua gurun pasir yang begitu jauh, di dalam kota ini hanya ada satu sumber air yang membuat kota ini bertahan setiap harinya. Hal ini juga yang membuat peraturan di kota ini sangat ketat dengan penggunaan air, ya bagai mana tidak jika dibanding dengan harga emas bahkan logam mulia manapun yang sangat mahal akan lebih mahal air dibandingkan dengan logam mulia itu.

Pemudah ini hidup dari tokoh yang menyiapkan air bersi bagi orang-orang yang melintasi tempat itu, dia menjualnya juga bukan karena ia memiliki air itu namun setiap warga tetap di sana mendapatkan jatah air yang sama setiap harinya, dan karena ia selama ini mencukupi kebutuhannya degan air yang lebih dan berusaha mengunakan air jatanya sehemat mungkin untuk menyabung hidup, pada tokohnya ia selalu memberikan sebotol air gratis untuk pengunjung kemudian selebihnya akan mereka beli dengan harga yang stadar, bukan berarti mereka takkan membeli air jika harganya di naikkan namun ia takpernah menaikkan harga airnya bahkan ketika toko di sebelahnya menaikkan harga ia takkan menaikkan harga sedikitpun, itu juga yang membuat isi tokohnya selalu tutup pada pukul delapan malam, dan jika stok airnya masi tersisa maka akan tetap tutup pada jam itu, dan jika suda habis maka tutup lebih awal.

suatu hari ia berfikir mengapa ia tak mengubah jualannya menjadi sesuatu yang lebih baik lagi sehingga orang yang membelinya dapat menghemat air yang mereka gunakan kemudian akan menolong mereka dalam perjalanan, maka ia mencoba menanan beberapa tomat dan sayur sayuran lainnya, namun bukan hal yang mudah dalam menanam tanaman seperti ini di daerah yang sangat panas seperti tempat tinggalnya, ia kemudian merancang kebunnya yang kemudian dia naungi dengan berbagai macam cara agar tanaman itu bisa tumbuh dengan baik di sana. beberapa kali bibit tanaman yang dengan susah paya ia dapatkan mati dikarenakan suhu udara yang sangat panas namun hal itu tak membuatnya takluk dan selalu berusaha bangkit untuk mencapai angan- angannya. hingga suatu hari ia mencoba membuat gudang di belakang rumahnya sebagai kebun untuk tanamannya dan merancangnya supaya selalu memiliki suhu yang lebuh rendag dibanding bagian luar ruanga, dan akhinya tanaman tanamannya itu berhasil tumbuh.

Dari sepanjang tokoh yang berjejer di kota kecil itu hanya penjual air putih saja yang mereka jual dan itu yang membuat seluruh warga itu tetap bertahan setiap harinya, segala kebutuhan yang lainnya hanya mengharapkan bantuan dari pemerinta dalam hal memenuhi kebutuhan hidup mereka, bahan pokok selalu di kirim dari kota lain dan kemudian dibagikan kepada seluru warga kota secara rata.

Sejak ia menanam sayur sayuran itu pemudah ini mendapat banyak cobaan terutama orang orang yang takmendukungnya bahkan memaki maki dirinya dikarenakan jata air yang ia dapatkan menurut mereka hanya dibuang buang saja dengan percuma ketika digunakan untuk menyirami tanaman-tanamannya itu. namun sang pemudah ini cuek saja dengan cacian mereka dan hinaan yang ia terima sebagai tameng untuk membulatkan tekadnya dalam menggapai keinginannya menumbuhkan tanaman tanaman itu.

Pada suatu pagi dia bangun dan kemudian mendapati tanamannya telah berbuah dan bakal buah itu akan tumbuh menjadi buah pertama yang berhasil tumbuh ditempat itu maka sangat bahagiala dirinya namun ia tetap menyimpan rahasia itu dengan baik- baik dan akan memperlihatkannya nanti jika ia telah memetik buah-buah yang telah matang. tanamannya dia rawat dengan baik dan dengan penuh kasi sayang, sambil berusaha menghemat persediaan airnya yang sebagian lagi ia jual  untuk memenuhi kebutuhannya. ia berusaha hidup sesederhana mungkin dan tak mau membuang buang kesempatan yang ia dapatkan saat ini, segala hal yag lihat tentang perkembangan tanaman tanamnnya itu dia amati dengan baik dan mempelajarinya, menurutnya jika ia mengerti apa yang di inginkan oleh tanaman maka tanaman tersebut akan tumbuh dengan baik.

Pada pagi-pagi sekali ia bergegas menuju gudang belakang rumahnya yang kemudian ia telah ubah menjadi kebun tempat menanam tanaman-tanamannya, dan disana sudah terlihat buah buah dari tanaman tomat yang sudah siap untuk di panen, beberapa tanaman yang lain juga siap untuk di panen. dengan perasaan yang sangat senang ia memetik buah buah itu, kemudian membersihkannya satu persatu kemudian meletakkannya dalam keranjang, buah buah itu kemudian ia letakkan di dalam rak paling depan di dalam tokohnya, sehingga orang yang mengunjugi tokohnya akan langsung melihatnya. benar saja pada ssat seorang wanita masuk kedalam tokohnya dan melihat buah segar itu dia pun tergiur dan kemudian menayakan harganya. wanita ini telah melakkan perjalanan yang sangat jauh di gurun ini, perjalanannya dari timur dan menuju ke barat sangat membuatnya lelah, bahkan sepanjang perjalanan yang hanya dipenuhi dengan pasir yang sangat banyak entah sanpai di mana ujungnya. namun di hadapannya kini ia melihat buah yang sangat segar, buah yang tak pernah ia lihat selama dua belas hari sepanjang perjalanannya membuatnya sangat takjub. dan tak mungkin buh itu berasal dari tempat yang lain karena jika begitu aka buah ini akan busuk setelah sampai di tempat ini atau bahkan akan layu seperti daun kering dikarenakan sepanjang perjalanan ke tempat ini emang membutuhkan waktu berhari hari dan kemudian akan membuat buah buah itu akan rusak.

setelah menanyakan harganya, dengan perasan kecewa wanita ini kemudian mengambil satu buah itu dan kemudian mengambil beberapa botol air dan meninggalkan tempat itu, bukan ia kecewa karena tidak di jawab oleh pemuda tadi namun sang pemuda tidak mau seorang saja yang menikmati kebahagiaan itu dan benar saja setelah wanita itu keluar dari dalam tokoh dengan menggengam buah segar itu, segera berdatangan pelanggan pelanggan yang lainnya, mereka menginginkan buah itu, namun tetap saja mereka hanya akan mendapatkan satu buah dengan cuma-cuma dan juga mereka berhak untuk keluar dari dalam tokoh tanpa membeli sebotol air pun. sang pemudah sangat iklas dengan aa yang dia bagikan kali ini.

Dengan sekejap seluruh penghuni kota mendengar kabar bahwa pemuda yang mereka hina itu sekarang membagikan buah segar bagi pengunjung tokohnya, namun merka tidak tau darimana asal buah itu. sampai pula pada telinga sang walikota kabar itu lalu kemudin dengan rasa penasaran ia kemudian mendatangi pemudah itu dan menayakan bagaimana cara ia mendapatkan uah buah itu.

Sang pemudah yang sangat sederhana dan selalu berhati lapang ini memperlihatkan kebun di belakangrumahnya ang berada dalam gudang. pak alikota kemudian takjub melihat apa yang dilakukan oleh pemuda ini, dengan segala cacimaki yang ia dapatkan selama ini, tidak adanya dukunan dari orang orang sekitar dan bahkan mereka justru melaporkanya dengan tuduhan telah menyala gunakan air jatahnya, namun sekarang hal itu telah berhasil dan itu juga membuka mata pak walikota bahwa masih ada harapan untuk mereka dengan memanfaatkan sumber air yang mereka miliki saat ini, dan jika hany menunggu kucuran uang dari hasil penjualan air maka kotanya akan teta seperti ii selamanya.

Walikota kemudian meminta agar pemuda ini mengajarkan kepada masyarakat yang lainya cara ia membudidayakan tanaman tanaman itu dan juga dengan dana yang selalu dibayarkan oleh para warga sebagai pajak kepada pemerinta, walikota memanfaatkannya untuk mendanai pembangunan kebun yang di rancang oleh pemudah itu. hingga pada suatu ketika dengan perjuangan dan ketabahan dari seluru warga kota mereka pun mendapatkan hasil panen yang melimpah, dan sekarang mereka takhanya menjual air minum namun berbagai macam makanan dan betuk  persedaan yang lainnya juga mereka siapkan untuk para pengunjung kota. semakin hari pengunjung kota juga bertambah bukan karena mereka melakukan perjalanan melintasi gurun namun mereka juga mengingikan untuk menetap di sana beberapa malan dan menikmati sajian sajian makanan dan minuman yang mereka sediakan.

Kian hari kota kecil ini semakin ramai dikunjugi oleh penginjung dan pereknomian masyarakatnya juga semakin meningkat dan sekarang sumber kehidupan mereka tak hanya tergantung dri kucuran batuan dari peerinta namun denga usaha mereka sendiri juga mereka mampu. sang emuda yang awalnya hanya seorang yang tak dianggap dan begitu di sepelahkan sekarang menjelma menjadi seorang ahlawan yang memakmurkan semua warga kota dan menyenangkan hati para pengujung kota.

Terkadang kita hanya memandang orang dari sisi luarnya saja, dan terkadang kita menilai dari ketidak mampuan yang mereka miliki namun terkadang kelemahan yang orang lain miliki adalah sebuah kelebihan. dan justru kita yang merasa diri kita memiliki kelebiahan dan kemudian tak mampu melakukan apa apa.
Post a Comment