PUISI NOVEL CERPEN

Tuesday, June 20, 2017

NANTI JUGA KAMU AKAN MENGERTI

Suatu ketika pada hari masi pagi pagi sekali, seperti biasa seorang guru berangkat dari rumahnya dengan berjalan kaki menuju ke sekolah tempat ia mengajar. ya pada pagi itu ia ingat betul bahwa pada pertemuan yang lalu ia menmberikan tugas kepada murid-muridnya untuk membuatkan sesuatu yang mereka sangat sukai, dan jika benda itu telah mereka buat harus mereka bawa kesekolah untuk diperlihatkan kepada gurunya. syarat satu-satunya dalam tugas ini yaitu harus murni buatan mereka sendiri, bukan di beli ataupun dibuatkan oleh orag lain.

ketika masuk kedalam kelas, seluruh muridnya telah sisp dengan tugasnya, dan tugas itu kemudian di perlihatkan di atas meja sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan itugasnya. ketika sang guru berkeliling di antara murid- muridnya ia tertarik dengan hasil karya seorang anak yang duduk di bangku kedua dari belakang, bagai mana mungkin seorang anak takmampu melakukan hal yang dia sukai sama sekali, namun ini hanya sebuah tulusan yang terdiri dari beberapa baris tulisan yang tak jelas apa maksudnya.

keika guru mendekat padanya dan ia kemudian menayakan padanya mengapa ia tak membuat tugas, namun anak ini takmenjawab sama sekali lalu kemudian menatap pak guru degan sungkan, ia menggeserkan secarik kertas itu ke arah sang guru, namun pak guru hanya menatapnya lalu kemudian menayakan kembali ini apa sebenarnya?
anak itu kemudian menjawabnya dengan santai : itu belum seberapa. "NANTI JUGA KAMU AKAN MEMGERTI" lalu kemudian mengangkat secarik kertas itu dan memberikan pada guru tersebut dengan pesan, "Tolong bapak simpan baik-baik hal yang aling aku sukai ini....!

sang guu kemudian mengambilnya dan kemudian menyimpannya dalam kotak seperti karya teman temannya yang lain, dengan perasaan yang masi saja penasaran namun tak mau memussingkan hal itu sang guru kemudian melanjutkan untuk mengajar murid-muridnya dengan mata pelajaran yang terjadwal saat itu.

*mengapa seorang guru meminta murid,muridnya untuk membuatkan sebuah karya yang tidak penting bahkan mungkin seperti halnya seba hal yang tak masuk akal menyurhkan sesuatu yang sangat diinginkan oleh seorang anak-anak itu akan membuat anda pusing, namun berbeda dengan sang guru in, ia ingin tau apa yang di inginkan oleh murid muridnya dan kemudian apa yang mereka senagi lalu kemudian ia akan tau bagaimana cara mengajarkan mereka sesuatu pelajaran namun tak menghilangkan ras senag itu sendiri, namun lebih beda lagi dengan apa yang seorang muidnya yang sangat andel dan nakalnya minta ampun saat di beri tugas itu, ia hanya menuliskan beberapa kalimat yang tak beraturan dalam secarik kertas namun kemudian menyuruhkan pada gurunya untuk menyimpannya.

setelah seledsai dari sekolah itu sang murid kemudian melanjutkan sekolahnya ke tingkat yag lebih tinggi dan meninggalkan gurunya yang terkasi dengan sebuah kenagan yang mungkin menurutnya takkan berharga sama sekali, dan setelah sepuluh tahun sejak kelulusannya dari bangku sekolah itu sang murid kemudian kembali pada gurunya.

ketika ia bertemu dengan sang guru yang terlihat suda mulai menuah dengan beberapa helai rambutnya yang telah memutih menandakan usianya sudah mulai menuah. pada saat ia menghampiri gurunya yang sedang duduk di teras rumahnya  sambil membaca sebuah buku,kemudian menyapanya dengan sopan sang murid kemudian memperkenalkan dirinya kembali, kalau kalau gurunya ini telah lupa dengan muridnya dan benar sajasang guru telah lupa dengan namanya namun ia takpernah lupa dengan wajah nakal yang selalu ia berikan hukuman setiap melanggar aturan saat di bangku sekolah.

murid :selamat sore pak....!
Guru :oh kau tooo nak....! selamat sore....! mari sini masuk....!
murid : terimakasi pak....! apa kabar...?
guru : kabar baik ! mari duduk sini....! kamu.... eeee.....!
murid : saya doni pak ...! murid bapak sepuluh tahun yang lalu! masih ingat?
GURU : kalau mukamu itu takmungkin aku lupa nak....! tapi namamu itu yang sulit...! maklum banyak murisd yang selalu sma namanya! lalu apa yang membuatmu datang jauh-jauh menemuiku nak....!
murid :oh hahaa.... itu ya pak. aku datang ke sini ingin menyelesaikan tugasku yang sebelumnya masi belum terselesaikan  pak....!
guruu :tugas apa ya.....! perasaan aku tak pernah menyuruhmu melakukan apapun sebelumnya!
murid : ada pak,....! semoga bapak masi menyimpannya ! sebuah kertas yang saya berikan untuk kemudian bapak simpan bersama dengan tugas teman teman yang lainya semoga bapak masi menyimpannya.
guru ; oh.... ia saya ingat. dan saat membuka dos itu saya selalu penasaran dengan tulisankamu itu apa  sih arti dari tulisanmu itu, sampai sekarang aku tak mengerti
murid : pernyataanya yaitu "NANTI JUGA KAMU AKAN MENGERTI" bapak masih ingat ?
Guru : ah ia ia saya ingat itu....!
Murid: sekarang ini yang bapak akan mengerti...! sambil menyodorkan sebuah dus yang berat keudian memberikannya pada sang guru dengan penuh terimakasih,
 Gurunya begitu heran dengan kelakuan anak mudah ini, bukan menjelaskan namun kemudian memberikan kotak yang lebih besar lagi dari pernyataannya sebelumnya.
ini isinya apa nak....? tanya sang guru kemudian. bapak akan mengerti jika melihat kertas yang sebelunya aku berikan  sebaga jawaban tugasku sebelumnya. kemudian sang murid pamit dan pulang.

sang guru sangat penasaran dengan apa isi dari dus yang diberikan muridnya tadi lalu kemudian membukanya dan mendapati beberapa buku ternama yang ingin seali ia baca, dengan penuh rasa gembira mendapatkan hadiah dari muridnya,namun ia masih sedikit penasaran mengapa jawaban adi kertas selembar itu adalah buku buku ini? ia kemudian mengambil kertas itu dan kemudian membaca isinya yang sudah begit usang dan nampak mulai samar. oh Tuhan bagai mana mungkin seorag anak yang dulunya masih sangat kecil seperti itu mampu memikirkan ini semua? aku sangat bangga padamu nak, maafkan aku juga yang telah banyak melakukan kealahan dalam mendidikmu.

guru itu tertegun melihat tulisan yang sepuluh tahun lalu muridnya berikan padaya, sang murid yang pada waktu itu menuliskan duabelas judul buku yang kemudian menjadi buku bacaan yang sangat diinginkan oleh setiap orang saat ini, dan buku buku itu sebenarnya tersimpan rapat dalam kotak karya muridnya sejak sepuluh tahun lalu namun takpernah ia mengerti. dia juga sekarang telah mengerti mengapa buku buku itu bisa begitu di senagi leh pembacanya, itu dikarenakan penulisnya sangat senag dengan menulis dan hal yang tak pernah ia ajarkan dengan benar pada murisnya yang nakal saat itu adalah cara menulis dengan benar, namun sang murid sangat mengerti dengan gurunya.

sebah hal kevcil jika kita pandang dari sudutyang hanya dapat kita lihat saja, itu takkan benar sepenuhnya, fisik bukalah hal utama dalam berkarya, namun sebuah tekad yang juat dan segala keinginan dan jiwa yang laang yang selalu menuntun seseorang pada indahnyakesuksesan dalam hidup. namun jika kita menjalani hidup dengansegala tekanan dan kemudian membuat kita tak iklas menghadapinya lalu terperosok dalam jurang stres yang justru membuat kita semakin merusak jalan hidup kita, jangan pernah lakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani anda.....!

SUATU SAAT NANTI ANDA JUGA AKAN MENGERTI HIDUP ANDA SENDIRI
Post a Comment