PUISI NOVEL CERPEN

Saturday, April 08, 2017

PETUALANGAN RANGGA

#episode 4

sekelebat bayangan yang muncul dari dalam semak semak itu membuat bulu kuduknya meinding, Bayangan yang kemudian samar kembali hilang dibalik kabut daan semak semak yang mengelilingi punggung puncak itu seakan mencekik lehernya kemudian memaksanya ntuk diam. kali ini pandangan dan pikirannya terfokus pada asal bayangan itu.

dengan rasa penasaran akan bayangan itu Rangga mendekat kemudian mencoba mencari kejelasan akan apa yang ia lihat itu, bayangan yang membuatnya penasaran itu menghilang di balik semak semak, yang tak lama kemudian terdengar surara minta tolong yang kedengaranya sangat samar dari balik semak di hadapannya kini. semak semak yang membatasi punggung tebing dengan puncak terlihat lebat namun masi cukup untuk menghilangkan pemandangan yang curam dari balik tebing curam itu. jika tak ada semak semak di sana maka akan nampak jurang yang dalam yang mungkin saja akan merenggut nyawa orang yang terperosot di dalamnya.

jurang yang sangat dalam itu tersamarkan oleh semak semak yang tumbuh di sekitarnya, seolah olah jebakan alam yang siap menjadi perangkap bagi orang yang teledor atau tanpa sengaja jatuh ke dalamnya, 

suara itu berasal dari dalam semak semak yang tumbuh pada jurang tersebut, namun suara itu terdengar sangat samar oleh karena tiupan angin yang sangat kencang di atas sini, namun Rangga tau bahwa suara itu memang ada dan ia memastikan bahwa suara itu benar benar suara yang meminta pertolongan.

Rangga berlari kecil e arah semak semak dimana bayangan dan suara itu muncul, namun di sana ia tidak mendapati seorang pun yang meminta tolong. Rangga kemudian berteriak untuk memastikan suara minta tolong itu, dan oleh karena suaranya cukup keras akhirnya kemudian terdengar kembali suara seorang lelaki yang juga setengah berteriak ataupun ia memanga berteriak namun karena terpaan angin yang membuat suaranya seolah terdengar sangat lemah. kami di sini........!
suara itu terdengar untuk yang ke dua kalinya setelah teriakan Rangga tadi.

Rangga kemudian menyeruak masuk kedalam semak semak, menuruni punggug tebing dengan hati hati, sambil tangannya memegang beberapa semak semak untuk mempertahankan dirinya agar tak terperosok dan jatuh kedalam jurang itu. ia kemudian mencari dimana orang yang meminta pertolongan itu, segerah mngkin rangga menyusuri sela di balik semak semak itu. Hanya beberapa saat kemudian nampak di depannya seorang lelaki yang tengah memengangi tubuh seorang perempuan yang terkulai lemah, dia tampak sangat lemah dan sang laki laki kini tidak sanggup untuk membopongnya keluar dari dalam sana.

Rangga bergegas ke tempat dimana mereka saling merangkul, tampak wajah lakilaki itu sangat gelisa dan begitu pasrah dengan keadaan mereka sat ini. kemudian rangga menarik jaket yang ia kenahkan lalu mengenakannya pada perempuan yang terkulai lemas, rangga sangat tau kobdisi mereka sekarang, mereka sudah sangat putus asah, degan sigap setelah memasangkan jaket yang ia berikan padanya kemudian rangga menarik badan sang perempuan dari pangkuan temannya itu kemudian ia meetakkannya di atas punggungnya dan kemudian dengan sekuat tenaga yang ia mencobah melangkahkan kaki satu demi satu membelah cela celah semak dimana mereka terperosok. dari belakang rangga lelaki itu menyusulnya tanpa ia perintah. sepertinya ia sangat tau bahwa saat ini mereka akan selamat saat ini.

rangga tak memperdulikan keadaan sekitarnya lagi sekarang , ia kini menuruni tebiing itu dengan perlahan, saat ini rangga mencoba untuk menggendong perempuan itu dengan hati hati, kemudin akhirnya dengan susah payah akhirnya rangga kini telah menggapai tenda mereka.

#CERITANYA AKAN DATANG SETIAP HARI
 
Post a Comment