PUISI NOVEL CERPEN

Thursday, March 16, 2017

Dongeng

HAL BERBUAT BAIK

Seorang profesor di sebuah universitas ternama, sedang melakukan penelitian.
Kali ini ia melakukan percobaan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Apa yang ia teliti saat ini menjadi penentu karir dan kehidupannya kedepan.

Dalam laboratorium tempat ia bekerja, melakukan percobaan setiap hari  , ia di temani seekor kucing yang sangat pemalas, namun sang profesor sangat sayang padanya.
Ada juga seekor kelinci yang sangat lincah dan selalu agresif, dan juga ada seekor lebah yang setiap hari berada dalam kotak pemeliharaan mereka.

Mereka adalah hewan uji untuk penelitian sang profesor setiap hari.
Karena mereka setiap hari di ujian beberapa formula maka mereka sangat tau dan selalu percaya pada profesor apa yang menjadi tujuan dari profesor.

Suatu hari profesor mengujinya hasil penelitiannya kepada masing masing hewan peliharaannya itu.
Namun sebelum mengujinya profesor berjanji ke mereka bahwa ini adalah uji coba yang terakhir kepada mereka, dan memberikan mereka masing masing satu permintaan yang akan dikabulkan sang profesor dari mereka.

Ketika di tanyakan ke masing masing hewan penguji, mereka sangat antusias dan memikirkan dengan baik apa yang mereka akan minta.
Kini profesor memberikan mereka kesempatan ,engemukaan keinginan masing masing.
Kucing yang selalu malas dan tidak mei melakukan kegiatan apapun, kerjanya hanya tidur dan ingin selalu dimana oleh profesor meminta agar dalam hidupnya ke depan ia selalu diperhatikan oleh sang profesor, dia ingin selalu bersamanya apaan yang akan terjadi. Selalu menjadi pendamping sang profesor.

Profesor memehami keinginan kucing, kemudian mencatatkan dalam buku hariannya.

Kini giliran kelinci untuk mengemukakan keinginannya.
Sang kelinci yang selama hidup bersama profesor selalu lincah dalam membantu profesor setiap harinya, dan dia juga sangat menyayangi sang profesor memohon agar diberikan kekuatan yang lebih dalam melakukan tugasnya sebagai teman dekat profesor. Dia sangat ingin membantunya lebih dari seekor hewan uji bagi sang profesor.

Profesor juga memahami keinginan sang kelinci, kemudian ia mencatat keinginan kelinci itu dalam buku hariannya.

Tiba giliran sang lebah, yang selama dalam hidupnya bersama profesor juga turut membantu profesor dalam meneliti. Ia sangat santai dan tak pernah mempermasalahkan apa yang ia lakukan dalam kehidupannya.
Lebah diminta mengungkapkan keinginannya.

Aku ingin membantu manusia kedepannya secara langsung dan ingin selalu memberikan yang terbaik bagi mereka. Aku ingin melakukan tugas yang secara langsung dapat bermanfaat ke semua manusia dan dunia ini. Itulah keinginanku, sang lebah menjawab dengan lugas dan santai.

Sang profesor juga sangat mengerti apa yang di inginkan sang lebah. Dan mencatat keinginan itu dalam buku hariannya.

Maka tiba lah saatnya sang profesor melakukan eksperimen yang telah dia pelajari dan teliti selama bertahun tahun,  eksperimen yang akan membuat hidupnya menjadi seorang ilmuwan yang baik dan bermanfaat .

Sang profesor kemudian memberikan tugas padamasing masing dari hewan percoabbannya.

Kucing diberikan tugas sebagai hewan uji di sebuah lumbung padi, di sana ia ditugaskan menjaga lumbung dari serangan tikus tikus ganas yang akan merusak se isi lumbung itu.
Kemudian sang profesor akan datang menjenguknya setiap satu kali dalam seminggu, dan meminta laporan darinya.

Kelinci di berikan tugas di sebuah taman bermain anak anak. Ia di tempatkan dalam kandang yang sangat mewah dan menjadi hiburan bagi anak anak pengunjung taman bermain itu.
Profesor juga akan meminta laporannya setiap seminggu sekali.

Sang lebah ditugaskan hanya terbang bebas dan mencari makanan sendiri di luar laboratorium.  Dan di minta kembali setiap minggu melaporkannya pada profesor apa yang telah ia lakukan.

Kemudian setelah pemberian tigas itu selesai, mereka lalu berangkat,

Sang kucing di larang membawa bekal apapun, sang kelinci di minta menjaga sikap pada anak anak, dan sang lebah dilarang menyengat manusia atau apapun jika ia tidak ddalam keadaan terancam nyawanya.
Itu pesan terakhir dari profesor sebelum mereka berangkat.

Setelah seminggu penugasan itu selesai, profesor meminta laporan dari mereka.
Kucing melaporkan bahwa ia telah membunuh tiga ekor tikus selama penguasanya, namun karena lapar ia lalu memejamkan tikus itu, dan karena memakannya ia dapat bertahan pada penugasan itu.
Tidak ada yang spesial dari tugas ini.
Profesor menyimak laporannya dan kemudian memberi semangat padanya. Setelah selesai dengan kucing ia beralih pada kelinci yang berada di sebuah taman.
Sang profesor meminta laporannya.
Aku setiap hari hanya bermain dan makan makanan yang dibawa si anak anak dan mereka sangat senang ketika sedang memberiku makan.
Tidak ada yang spesial dari tugas ini.
Profesor tersenyum padanya dan memberi ia semangat.

Kemudian profesor meminta laporan dari sang lebah.
Aku hanya terbang setiap hari,  menghisap madu dari bunga bunga pohon yang ada.
Tidak ada yang spesial dalam penugasan ini.
Profesor lau tersenyum dan memberinya semangat.

Setelah beberapa bulan para hewan uji melakukan tugas mereka masing masing, dan sudah sangat ,menikmati tugas yang mereka lakukan, bahkan saat ini mereka tidak lagi berfikir bahwa mereka adalah hewan uji dari seorang profesor.

Tibalah saatnya profesor bertanya kepada mereka.
Kucing apakah engkau senang berada di disini?
Ya tentu aku senang , yang kulakukan setiap hari hanya santai, tidur dan berburu sedikit lalu menikmati makan. Aku bahagia di sini.

Profesor sangat puas kali ini. Ia kemudian bertanya lagi.
Apakah ini yang kau inginkan dalam hidupmu?
Tentu aku takkan menolak jika di tugaskan terus menerus di sini, atau bahkan selamanya.
Profesor mengijinkan hal itu terjadi. Membiarkan kucing disana selama ia mau.
Profesor puas dengan hewan uji danjasilnya kali ini. Itu semua sesuai dengan harapannya.

Setelah kucing profesor  pun kini pindah dan bertanya pada sang kelinci.
Apa kamu suka berada di sini ?
Ia tuan tentu aku sangat suka . Aku berharap bisa di sini terus dan menghibur anak anak setiap harinya. 
Apakah ini yang kamu inginkan dalam hidupmu? Tanya profesor lagi.
Ya tentu aku akan sangat bahagia jika aku disini setiap hari bahkan seumur hidupku.

Profesor sangat bangga padanya, dan ia pun mengijinkan nya disana selama yang ia mau. Semua sesuai dengan harapannya.

Setelah dari dua hewan ujinya, profesor kembali menanyakan pada sang lebah yang adalah hewan uji terakhirnya.
Ia menemui sang lebah dan bertanya pada lebah.
Apa kamu suka Dengan tugas ini?
Sebenarnya aku suka namun tidak ada yang menarik dari tugas ini, tidak ada yang menantang,  bahkan sepertinya tak ada yang berguna dari tugasku ini.
Profesor hanya tersenyum menjelaskan kepada lebah.
Hey temanku, yang kau lakukan saat ini itu adalah tugas yang sangat mulia, tugas yang sangat bermanfaat, dan sangat baik dalam hidup manusia..
Lebah tidak mengerti ucapan profesor dan ia bersikeras apa Yang ditugaskan padanya sangat tidak bermanfaat.

Profesor kemudian menjelaskan lagi padanya, memberikan pemahaman pada sang lebah.

Sahabatku, kau sangat mulia dalam tugas ini, bagai mana mungkin tidak berguna,  kau stiap hari membantu penyerbukan bunga bunga pohon, yang akan menjadi buah. Buah itu adalah sumber makanan, sumber benih dan sumber kehidupan bagi seluruh isi bumi ini, tugasku sangat berguna sahabatku.

Lebah kini memahami tugasnya itu dan sangat bangga dengan apa yang secara tidak sadar apa yang ia lakukan selama ini, apa yang ia inginkan dalam hidupnya, apa yang ia damba dambakan dalam hidupnya adalah hal kecil yang sangat berdampak besar dan secara tak sadar ia lakukan dalam kesehariannya.

Kemudian sang lebah kini mengajukan permintaan kepada profesor.
Boleh ka saya melakukan hal ini setiap saat bahkan seumur hidup saya ?
Profesor tersenyum puas dengan keinginan sang lebah.
Tentu sahabatku, kau juga bukan hanya memperbaiki dan memberikan sumber kehidupan bagi dunia ini, kau juga dalam mengumpulkan nektar itu mengolahnya menjadi madu Yang memiliki berjuta juta manfaat untuk manusia.  Kau sangat mulia kawanku.  Mana mungkin aku tidak membiarkan lelakukan hal itu!

Dengan perasaan bangga dan sangat puas dengan apa yang ia lakukan dengan percobaan dan penelitiannya kali ini, profesor melangkah dengan santai kembalikan rumahnya.

Dalam hal ini profesor menyimpulkan bahwa.
Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan itu adakah hal yang mulia,  namun alangkah bahagianya kita jika melakukan kebaikan itu terus menerus dan seakan akan kita sudah tidak menyadari bahwa kebaikan yang kita lakukan itu bukan lagi kebaikan melainkan kebiasaan.. jangan berhenti berbuat baik.

Post a Comment