PUISI NOVEL CERPEN

Wednesday, March 15, 2017

DONGENG

HATI YANG DENGKI

Alkisah hiduplah seekor bangau yang sangat baik hati.
dia tinggal di sebuah pohon tak jau dari sebuah danau,di danau itu ia selalu bermain etiap hari, disana juga ia menjumpai teman temannya, dan mencari makan di sana.
Di sekeliling danau itu adalah hutan yang sangat luas membentang, di dalam hutan itu hidup begitu banyak binatang lain,
Satu yang sering akrab bicara dengan sang bangun yang manis.
Mereka sangat akrab dan terkadang saling bercanda.
Mereka juga sering bermain main setiap hari.

Suatu ketika saat pagi pagi sekali.
Monyet datang hendak bermain dengan sang bangau, namun ia Tak mendapati si bangau di pohon tempat ia tinggal, kemudian ia menceritakan bangau ke danau, dan di sana ia menemukannya,
Monyet pun memanggilnya.

Bangau.... sahabatku!
Seru sang Monyet
Bangau menoleh dan tersenyum melihat teman baiknya datang, kemudian bangau terbang dari seberang danau dengan gagahnya mengarah ke tempat sang Monyet memanggil.

Hey ... ada apa kawan?
Sapa sang bangau yang telah hinggap di dahan pohon samping Monyet menunggunya.
Teman bagaimana kabarmu, apakah baik baik saja?
Tanya si Monyet !
Ia aku baik baik saja, bangau menjawab dengan nada bahagia.
Temannya ng ia sayangi masih memperhatikannya.
Mereka berbincang panjang lebar, kemudian sampai lah mereka pada cerita pengalaman masing masing.
Monyet bertanya kepada bangau.

Monyet : kawan ceritakan lah pengalaman hidupmu sebelum kita bertemu dan berteman seperti sekarang.
Bangau  : aku akan menceritakannya kepadamu tapi kamu juga harus berjanji akan cerita kepadaku pengalaman mu.
Monyet lalu menyetujui syarat yang diberikan, dan yang lebih dulu bercerita adalah sang bangau.

Bangau......
Suatu ketika setelah aku bisa terbang dan keluar dari saranku sendiri aku berkeliling terbang kesana kemari, aku sangat menikmati saat saat itu,  aku sangat bahagia ketikanitu, ketika aku belajar terbang dan akhirnya bisa.
Setelah Aku telah bisa terbang dan bahkan sudah sangat mahir, aku memutuskan untuk pergi berkeliling, mencari tempat dimana aku bisa hidup mandiri.
Saat itu aku mulai terbang dan terus terbang, melewati berbagai macam tempat yang begitu indah, begitu megah terlihat dari angkasa, aku melewati gunung lembah, hutan sawah dan laut serta banyak lagi tempat lain, dan akhirnya aku tiba pada danau ini aku berkeliling dunia hingga menemukan te,pat terima in. Disini aku sangat bahagia karena danau yang indah damai dan berlimpah makanan, danjuga aku memiliki teman sepertimu disini. Bangau menoleh ke arah Monyet dengan senyuman bahagia, Monyet terlihat menyimak.

Sekarang giliran Monyet yang bercerita.
Suatu ketika aku berkeliling di seluruh hutan ini, aku memanjat pohon kesana kemari, berpindah, melompat dengan sigap dari tangkai ke tangkai, dari dahan ke dahan, hingga aku sampai pada pinggir hutan ini, disana ada kebun para petani dan disana banyak makanan, banyak buah buahan dan mereka sangat melimpah di sana, buah yang tak terkira itu sangat lah ranum dan enak, disana aku mencoba begitu banyak buah,  dan disana sangatlah menyenangkan, suatu saat aku akn mengajakku kesana kawan, bangau pun sangat bahagia dengan janji sang Monyet

Lanjut cerita bangau melanjutkan kisahnya sedikit
Satu yang takkan pernah orang lain tau dari aku sobat, dan takkan kuceritakan pada orang lain, namun karena kau adalah kawan baikku aku akan mecertakan padamu!

Apakah itu kawan Cerita lah. ..! Monyet antusias .
Oke baik aku akan ceritakan ! Jawab bangau relax.

Aku memiliki rahasia yang sangat berharga, dimana setiap tiga bulan sekali aku akan mengalami rontok pada bulu buluku  dan saat itu aku akan sangat sedih, aku akan sangat terpukul, disitu juga aku akan bersebunyi dan menunggu sampai hari dimana bulu bulu sayapku tumbuh kembali, minggu depan itu akan mulai rontok lagi.

Jadi ..... kamu tidak bisa terbang sobat? Tanya Monyet.
Ia kawan aku takkan bisa mencari makan di danau jika tak terbang! Jelas sang bangau.
Tenang saja kawan aku akan bersamamu selalu kita akan cari solusinya bersama oke !  Monyet menenangkan sahabatnya.

Pada hari dimana bulu bulu sayap sang bangau rontok dan dia tak bisa terbang lagi, sang Monyet kawannya pun datang, menemaninya setiap  hari, melakukan kegiatan bersama.

Suatu hari Monyet datang seperti biasanya, namun Monyet saat berangkat ke tempati sang bangau tadi ia belum makan apapun sesampai di tempat tinggal sang bangau ia sangat kelaparan.
Kemudian Monyet mengeluh pada sang bangau.

Kawan aku sangat lapar...! Tidak kah kita mencari makan saja hari ini?
Tanya Monyet memelas.
Aku takkan bisa kawan, bulu sayap Masih belum tumbuh, dan aku takut keluar dari sini. Jawab sang bangau.
Tenaga saja, kau hanya menemaniku, kta ke tempat petani yang kemarin aku datangi kebunnya,  lalu kita makan disana buahnya sangat banyak......,! Goda sang Monyet.
Tapi aku takut...!
Tenang kawan kan ada aku bersamamu ! Monyet meyakinkan temanya lagi.

Mereka pun berangkat pada kebun yang dimaksudkan.
Mereka berjalan beriringan, lalu seketika muncullah pikiran lain di hati sang Monyet, ia mulai iri pada sahabatnya, ia meyimpqn perasaan yang buruk padanya.
Kemudian Monyet menyusun sebuah rencana jahat dalam pikirannya.
Lalu ia tersenyum sambil bersiul sepanjang perjalanan.

dan tibalah mereka pada tujuannya,  di kebun sang petani yang sangat banyak dan berlimpah limpahan buah dan makanan.
Monyet sangat semangat dan memanjat pohon pohon buah di sana, ia mengisi perutnya sebanyak banyaknya,  sambil berteriak ia sangat bahagia. Sang sahabat hanya menunggu di bawa saja, menemani sahabatnya mengenyangkan perut, ia menunggu dengan sabar

Hingga beberapa saat kemudian petani pemilik kebun datang, ia sadar akan keberadaan monyet dalam kebunya,.
Petani pun langsung sigap dan cepat tanggap, memburu memburu Monyet dan bangau yang mencuri buahnya.

Monyet yang sudah merencanakan hal itu berlari secepatnya setelah ia melihat petani itu datang, ia meninggalkan bangau sendirian dibawa pohon. Ia sangat bangga pada dirinya telah menjebak bangau kali ini dengan baik. Dia akan di panggang oleh petani itu. Ia akan mati hahaaaa aa. ...... siapa suru ia bisa terbang !
Monyet tertawa sangat bahagia...!

Bangau yang tinggal dibawa pohon itu, menyadari kedatangan sang petani ketika telah begitu dekat, ia mencoba lari sekuat tenaga, dan kemudian bersembunyi dalam semak semak. Sungguh nasib yang baik ia selamat kali ini. Ia mendengar teriakan dan tawa Monyet dari jauh. Mendengarkan ia menertawakan si bangau yang telah dia jebak kali ini.

Sang bangau sangat sedih saat itu, ia tidak habis fikir sahabat yang sangat ia hargai dan percayaai tega melakukan hal itu padanya.
Persahabatan mereka di hianati begitu saja oleh Monyet.
Bangau sangat kecewa, kemudian berkata NATUO OPA KITA BULUNYA KAYO SEBA (ejaan dalam bahasa toraja) * tunggu bulusayapku tumbuh monyet* . Bangau bersabar dan bersabar, ia melewati hari harinya dalam semak semak itu sampai akhirnya bulu sayapnya tumbuh kembali dan kemudian bisa terbang kembali.

Suatu ketika sang monyet kembali ke tempat itu lagi, dan bangau mengikutinya diam diam dari belakang.
Sampai pada kebun itu monyet makan sepuasnya , na,un malang nasib sang monyet ketika ia selesai makan sampai kenyang, ia berjalan pulang dan menginjak sebuah perangkap yang dipasang oleh petani yang geram, akan kelakuannya merusak pohon buahnya.

Monyet kesakitan, ia meminta tolong.
Tolong. ...... na,un tak ada yang mendengarnya, kecuali bangau yang dari tadi mengamatinya.
Bangau hinggap pada dahan dekat pmonyet terperangkap. Dan ,enegur monyet, hai kawan kenapa kau?
Dengan heran dan penuh rasa tidak percaya monyet ,elihatnya.
Namun apa daya ia terjerat , dan membutuhkan pertolongan namun dia juga malu pada bangau untuk meminta pertolongan. Ia telah menghianatinya. Ia begitu keras kepala saat ini dan tak mau bicara pada bangau.

Alhasil tak berapa lama kemudian petani datang mendapati ia teperangkap jerat, dengan penuh emosi menebas kepala sang monyet dengan parang .
Bangau yang hendak membebaskannya pu terlambat karena ia tidak mau ditolong olehnya. Naas sang monyet mati dan sang bangaupun terbang menghindari kejaran petani.

Tamat.

Post a Comment