PUISI NOVEL CERPEN

Sunday, March 19, 2017

CERPEN


IBARAT PENJUAL IKAN

     Hari begitu panas saat itu, rein menyekah keringatnya yang meleleh di dahi, ubun ubunnya serasa mendidih siang ini. terik matahari kota makassar sangat menyengat, dua bulan terakhir hujan sudah takpernah turun lagi, membuat udara kota sangat panas ketika siang, ditambah matahari yang bersinar dengan teriknya sepanjang hari seakan takkan berujung. musim kemarau ini entah kapan akan berhenti.

      Rein menuju ke pakiran kampus yang berjarak sekitar dua ratus meter dari tempat ia berada, dengan keadaan terpaksa karena ia harus pulang saat ini.
dalam keadaan perut kosong dan panas menderah seperti ini tentunya akan membuat seorang akan malas melakukan kegitan apapun.

     Melangkah gontai ke arah parkiran, dengan lemas ia memutar motor kesayangannya kemudian mempersiapkan diri untuk berangkat kembali ke rumah, hari ini sangat melelahkan dan begitu menguras tenaga.

     Malam perjlanan pulang ia menyempatkan diri berhenti pada sebuah kios penjual minuman di tepi jalan yang menggoda setiap pengendara yang lewat dengan minuman dingin yang menyegarkan. dipajang di dalam lemari pendingin yang tembus pandang cukup membuat tenggorokan Rein memberontak dan memaksanya berhenti disana mengambil sebotol minuman kemudian dia teguk perlahan, oohhhhh sungguh kesegaran yang luarbiasa bagaikan kekeringan yang ditetesi setetes embun menghilankan sealah kegerahan pada seluruh tubuh.

      Setelah beberapa saant ia berteduh dari terik matahari disana ia kemudian memutuskan perjalanan pulangnya yang masih setengah perjalanan, jarak kampus dengan tempat tinggalnya kini  memang cukup jauh  butuh sekitar tiga puluh menit untuk sapai dirumah. Dia beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan kerah motornya. Tiba tiba ia dikecutkan oleh seorang peempuan yang belum pernah bertemu dengannya sebelumnya,perempuan itu kemudian meminta berkenalan dengannya.

Hai kak.... kenalin namaku Ria, kakak namanya siapa? sambil mengulurkan tangan.

      Rein yang masih diselimuti dengan perasaan yang takmengerti dan tanpa ia sadri akan diajak berkenalan oleh seorang perempuan seperti itu di tengah jalan di kta besar seperti ini. dalm pikirannya itu sangatlah aneh.

maaf kita bicara pada saya? dengan nada ragu ia beranikan diri untuk memastikan bahwa perempuan itu memang mengajaknya berkenalan.

Ia kak masa siapa lagi, memang sama motor ?
dengan tingkah sedikit canggung namun lugas Ria menjawabnya.

oohhh.... nama saya Rein. Ada apayah? dengan nada masih ragu ia kemudian menyambut tangan Ria dan menyabat tangannya.

      Tidak kok kak saya sering lihat kak, saya sudah sering lihat kakak di didekat kampus saaya yang dekat tempat tinggal kakak, tapi saya tidak pernah sempat brkenalan.
Ria juga seorang mahasiswi yang kampusnya kebetulan dekat dengan tempat rein tinggal bersama saudara saudaranya selama ia menuntut ilmu di kota ini.
wajah Ria begitu manis, cukup membuat orang di hadapannya kagum bahkan terpesona dengan paras dan gestur tubuh yang ia miliki.

Oh begitu ya, tapi sa tidak terlalu memperhatikan kamu selama ini ! jawab Rein antusias.

      Merka kemudian pindah ke depan enjual minuman lagi, mencoba melindungi diri dari panas matahahri ibu kota yang sangat menyengat kini, sambil memlanjutkan perkenalan mereka yang begitu intens, bahkan dalam waktu singkat mereka sudah saling bertukar nomor HP.

      Setelah beberapa saat mengobrol panjang lebar, dan cukup membuat merka saling mengenal satu dengan yang lain. rein mencobah menayakan kemana tujuan Ria saat ini.

kamu mau kemana sebenarnya? tanya Rein dengan nada datar.
Ria pun juga menyimak pertanyaan Rein yang tiba tiba menyadarkannya dari kesyikannya bercerita bersama saat itu.
Oh ia kak astagaaa. saya hampir lupa saya ada kuliah jam dua siang ini, astaga saya akan terlammbat!

       Dengan terkaget sambil melihat jam tangannya yang mungil resemat dilengannya yang lembut itu, jam menujuk pukul 13.35. jarak ke kampusnya jika di tempuh dari tempatnya sekarang akan memakan waktu sekitar tiga puluh menit itupun jika jalan tidak dalam keadaan macet.

      Dan memang suasana kota makassar akhir akhir ini sangt rumit, beberapa masalah seperti kemacetan pelebaran jalan, begal dan masih banyak lagi masalah lainnya seperti sangat sulit bagi pemerintah kota, hal ini juga mnjad salah satu pekerjaan rumah terbesar pemimpin kotah berikutnya jika terpilih nanti.Paracalon pemimpin kota sat ini sedang gencr gencarnya menlakukan kampanye, dan sosialisasi pada masyarakat kota agar memilih merka di pemilihan nanti, dsambil mengumbar janji dan rancangan serta iming iming bagi masyarakat kota jika mereka terpilih nantinya. tak jarang juga merka tuun ke jalan berarak di jalan jalan besar ibu kota, sampai mereka malah membuat kenacetan dengan cara mereka itu. hal yang aneh yaaa?

     Melihat Ria yang seakan panik mengingat waktunya takkan cukup, dan sampai di kampus tepat waktu, lalu ia menawarkan mengantar ria menuju kampusnya yang kebeulan searah dengan dia yang menujuh pulang.
setlah setuju Ria pun mengikuti saran dari Rein merekapun bersama menaiki motor menuju kampusnya, sambil berharap dengan pilihannya itu dia bisa sampai tepat waktu di kampusnya.

      Waktu nenujukkan pukul 13.45 ketika ria sampai di depan kampusnya, ia sampai lima belas menit lebih awal dari waktu masuk kuliahnya, dan dengan perasaan senag ia kemudian turun dari motor dan mengucapkan terimakasih pada Rein yang telah  menolongnya kini.

Maksi banyak ya kak... saya pasti terlambat kalau tidak dibonceng oleh kaka. sekalilagi makasi kak.

     Kemudian membalikkan badan masuk kedalam kampusnya setelah elambaikan tangan pada Rein`
namun hanya teppaku melihat perempuan yang baru ia kenal naik keatas motornya dan kini ia turun dari motornya lagi dan sebentar lagi akan terbenam di balik tembok kampusnya, rein seoalah ollah terpaku menatap gadis cantik itu berlalu dari pandangannya kini.

      Beberpa saat Rein terpaku di sana, kemudian tersadar ketika ria benar benar lenyap di balik tembok kampusnya. kemudian rein mngendarai motornya ke arah rumahnya yang tak jauh lagi dari gerbang kampus itu, Rein kuliah di salah satu akademi maritim  di kota makssar ini dan Ria kuliah di salah satu universitas swasta di kota yang sama.

     Setelah perkenalan mereka yang singkat itu, hubungan mereka semakin hari semakin membaik, bahkan mereka sangat akrab satu dngan yang lain.
rumah Rein yang berada tak jauh dari kampus Ria memudahkan mereka untuk bertemu setiap hari, mereka berteman begitu dekat kini, bahkan di selah selah kuliahnya , Ria yang kadang memiliki waktu luang kadang berkunjung ke rumah Rein dan ia juga mulai akrab dengan teman teman sekamar Rein bahkan mereak kini sangat akrab.

     Namun suatu ketika setelah selesai jam kuliah Ria memutskan berkunjug ke rumah Rein, sesampainya di sana seperti biasanya, mereka saling bercanda dan melakukan kegiatan kegiatan seperti layaknya seorang teman yang bertamu ke rumah. biasa saja. hingga sampai pada sore hari teman Rein yang bernama Ery datang juga ke rumah Rein, Ia kemudian berkenlan dengan Ria, mereka kemudian ngobrol banyak saat itu dan sampai lupa waku sudah hampir malam, saking asiknya mereka bercanda dan mengobrol panjang lebar.

     Kemudian Ria meminta Rein mengantarkannya pulang, karena hari uuga sudah malam dan tidak enak jika seorang teman perempuan naik angkutan umum sendirian malam malam, maka Rein mengantarkannya pulang.

    Di awal ereka berangkat Rein santai santai saja, motornya dipacu dibawa kecepatan rata rata, itu juga ia lakukan setiap ia mengantar ria pulng sekaligus mengambil waktu untuk ngobrol dengan Ria yang akhir akhir ini membuat peasaannya begitu berbunga bung, bahkan ia mulai menyimpan perasaan khusus padanya kini, Rein menyukai, Ria, ia mengaguminya.

     Maka sampailah mereka pada lorong menuju rumah Ria, lorong itu jalannannya berlubang, kerikil bertebaran kesana kemari dan membuat para pengendara motor maupun mobil harus berhati hati dan memicu kendaraan mereka dengan kecepatan rendah.

kak Rein..! yang tadi itu teman kak Rein ya?
saat itu Ria menayakan teman Rein yang tadi datang dirumahnya

Ya dia Ery teman baikku! kenapa memang? selidik Rein
 ah tidak kak, teman kakak bai juga ya...! ucap Ria mengagumi Ery
ooooo.....! jawab Rein datar.

Kak Ery sudah punya pacar belum kak? Ria kembali bertanya, dan pertanyaannya kini mengusik perasaan Rein yang diam diam memendam perasaan pada Ria.

Belum kayaknya ! jawab Rein jujur, namun hatinya tak iklas melkukan hal itu, sehingga membuatnya menerka nerka dalam hati.
Apakah Ria suka pada Ery ?

 Sampaikan Salamku sam dia ya kak! suara Ria kini dari belakang terdengar  jelas dan membuat telinga Rein seakan terbakar dengan permintaaan salam itu, ia sangat kecewa pada Ria,

Ia nanti sa sampaikan! jawab Rein seadanya.

Laju motor yang tadinya dibawa rata rata bahkan sangat lambat menyusuri lorong jalan kini berubah menjadi lebih cepat seiring bertambah kecewanya Rein pada perempun yang ada di belakangnya kini.
Ia mengendari motornya seakan penjual ikan yang takut ikannya kan bususk dan taklaku nantinya untuk di jual. dan Ria yang di belakang sempat memintanya memperlambatnya dan mengeluh padanya namun ia tak hiraukan lagi.
sepanjang jalan berlubang itu ia memacu motornya dengan cepa sambil bergumam dalam hati, haaa..... selama ini saya yang berussaha mendekatimu, setelah kau datang dan berkenalan padaku danternyaa kau hanya suka pada teman baikku. kau malu mendekatinya kemudian mencoba berkenalan dengan aku untuk mendekatinya.

sungguh itu sangat tak dapat rein terimah dengan lapang dada, dia sangat kecewa.

TAMAT..........

cerita ini saya tulis dari kisah teman saya yang kebetulan curhat dengan kami teman temannya yang lain.

tokoh dalam cerita di atas bukan nama yang sebenarnya, sengaja di saarkan demi privasi masing masing, serta pertemanan kami kedepannya.

ceritanya sangat lucu loh kalau didengarkan langsung dari orang yang sebenarnya, namun mungkin oleh saya malah jadi sebuah cerita yang berakhir dengan kekecewaan dan sakit hati. tapi sebenarnya teman saya baik baik saja kok. dia juga kini sudah iklas

buat temanku yang tak disebutkan namanya, terimakasih sudah memberikan ijin untuk menuliskan kisa ini menjadi sebuah cerpen

Post a Comment