PUISI NOVEL CERPEN

Wednesday, March 29, 2017

PETUALANGAN RANGGA

EPISODE 2
#KELANJUTAN AKAN DATANG SETIAP HARI

    Malam semakin larut angin yang bertiup menambah hawa dingin sekeliling tenda, saat itu juga hujan takpernah berhenti menghujam bumi dengan tetesan kecilnya, walaupun jujan yang turun tidak terlau deras namun cukup membuat seluruh pakaian menjadi basa jika mencoba bertahan di sana tanpa mengenakan apapun.
    Datangnya malam kini membuat aku semakin merasa lelah badan seolah menusuk semua otot ototku, hingga membuatku merasa harus mengistitrahatkannya sejenak. rangga memilih masuk ke dalam tenda setelah selesai menyeduh kopi dengan airpanas yang dengan susahpayah dipanaskannya dengan kompor mini yang dia gunakan. air begitu lama mendidih karena dinginnya cuaca dan udarah sekitar, dan akan semakin cepat dingin jika sudah tak berada diatas pemanas lagi. kopi kali ini harus benar benar dimanfaatkan menjadi sumber kehangatan. jika menunggu beberapa menit saja maka air akan segerah dingin dan takan memberikan kehangatan bagi tubuhnya lagi.

     Dalam tenda mencobah dudu dan mendengarkan musik klasik yang menambah keheningan gelap malam diterangi lampu tenda yang tergantung di tengah tengah tenda dan mengeluarkan cahaya sayup sayup seperti tak mampu memecak geapnya malam. rangga menutu mata dan menkmati alunan musik dengan cangkir berisi kopi panas di tangan yang coba ia manfaatkan kehangatannya.

    Alunan lagu semakin mendayu mengajaknya membayangkan setiap nada indah yang terpadu menjadi melody melody indah menyatu menjadi sebuah musik yang melambungkan hati serta menyeretnya kedalam sebuah ruang hayalan kemudian memperlihatkan keindahan yang takkan mampu dijeelaskan dengan kata. nikmat lagu yang ia dengar ditambah dengan sesekali menyeruput kopi panas dalam cangkirnya membuat tubuhnya mulai merasakan peregangan dengan sendirinya.

   Kopi yang sudah habis dengan berakhirnya lagu klasik ciptaan seorang komposer ternama dunia kini membuatnya memalinkan pandangan pada jam tagannya, sudah pukul, 22.34. sudah mulai larut malam sebaiknya beristirahat membaringkan diri di atas karpet tipis yang digunakan sebagai las tidur kini menjadi kasur empuknya. semoga besok tenagahnya pulih kembali seperti sebelumnya,.
-------------------------------------------------------------------------------


     Pagi terlihat masi seperti gelap dari dalam tenda ketika rangga membuka mata dan memandang jam tangannya. pikul 06.45, jam yang tepat jika akan bersiap melanjutkan perjalananke puncak yang masih berjarak kurang lebih epat kilometer. jarak ang lumayan untuk meneluarkan keringat pagi ini, dengan jalanan yang tingkat fertikalnya hampir sembilan puluh derajat akan menguras banyak stamina.
     Keputusan yang tepat bila memilih sarapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan, keudin minum kopi dan lanjutkan perjalanan setelah membereskan tenda yang kemudian memasukkannya dalam ransel, kali ini tak perlu di atur sedemikian rupa lagi, karena akan dibuka juga nanti jika sudah sampai di tempat mendirikan tenda berikut yang berada dekat dengan puncak.

     Rangga sedikit kewalahan mengangkat ranselnya kini, beratnya seolah bertambah 50 kg setelahnya, namun ia berfikir bukan bebannya yang bertambah namun badanya lah yang masih belum pulih sepenuhnya, atau karena tak melakukan peregangan sedikitpun pagi ini, rangga kemudian mengambul posisi jongkok demi mempermudh ia menggendong ranselnya, ranselnya sekejap berada di pundak dan kemudian mencoba berdiri dengan bantuan sebua tongkat yang ia ambil dari ranting pohon yang telah mengering.

     Akhirnya ia bisa berdiri dan kemudian melanjutkan langkahnya perlahan satu persatu langkah ia ayuhkan dan kemudian setelah jaraknya sekitar seratus meter dari awal ia berangkat tadi ia mencoba menambah kecepatannya sebelum mencapai jalan setapak yang begitu fertikal di hadapannya, rangga ingin badannya sudah panas dan takkan keram jika nantinya berjalan mendaki melalui jalan vertikal itu.

     Keringatnya mulai timbul seperti bulir bulir beras yang menyembur keluar dari dalam kulitnya kemudian menyatu dengan yang lain dan mengalir melalui urat wajahnya. keringat yang keluar menandakan tubuhnya sudah melakukan pemanasan dan akan siapdengan tantangan di hadapannya kini.
      Rangga menghela nafas kemudian menariknya dalam dalam agar memenuhi seluru rongga paru prunya, kemudian menahanya seper sekian detik dan menghembuskanya perlahan lahan, mengarahkan pandangan kedepan. tersirat senyum dari raut mukanya tanda dirinya siap mengalahkan rintangannya kini.

      Melangkah perlahan pada bidang fertikal jalan, naik perlahan lahan mengganti kainya kiri dan kanan. jarak yang ia akn tempuh kini masih terisah beberapa kilometer lagi dan ia akan membayarnya dengan kepuasan tersendiri, bayaran yang sebanding dengan perjuangannya.
pemandangan di belakangnya seolah menggoda mata untu menoleh dan kemudian berlama lama di sana, namun itu tidak akan menguntungkan rangga dikarenakan semakin lama ia memandangi kendahan itu maka semakin lelah juga tangannya berpegangan pada tali pengaman yang mmbantunya menaiki tebing itu. perlahan ddengan pasti ia melangkah menarik diri menaiki tebing itu berhati harti menapakkan kaki dan mencari pegangan yang tepat.

     Dengan usahanya yang begitu bertekat dan semangat yang ia miliki perlahan ia menjauh dari dasar tebing dan kemudian menuju tengah tebing yang curam, pemandangan dari atas tebing tetap saja menggoda matanya untuk tetap menikmati pemandangan yang ia hamparkan baginya.
rangga kemudian meyakinkan dirinya dan menguatkan benak hatinya untuk tak tergoda sebelum sampai pada batas tebing yang aman untuknya menikmati pemandangan itu.waktnya. ia mencoba menanamkan dalam dirinya bahwa semua akan indah pada waktu yang tepat namun bukan sekatrang.

      Rangga melanjutkan langahnya yang masih setengah perjalanan diatas tebing fertikal dimana ia berada saat ini, sunggu godaan yang sangat menantang batin hati dan pikiran yang kemudian resikonya jika teergoda akan menguras tenaganya sehingga bisa saja ia takkan mampu melanjutkan perjalannya naik.

      Puncak masih berjarak bebrapa kilometer di atas sana ketiak ia menghelah nafas panjang setelah ia mencapai akhir dari tebing vertikal yang ia panjat utadi, jalan itu adalah satu satunya jalan menuju puncak yang membuat para pendaki menantang diri mereka ketika ingin mencapai puncak. dan tak jarang dari mereka yang akan menyerah dan pulang dengan kehampaan dan seribu rasa penasaran yang ada jika tak mampu mencapai puncak.

       Panyak yang perlu dipahami ketika memutuskan untuk melanjutkan perjalanan atau memilih mundur ketika dihdapkan pada rintangan seerti ini, rintangan ini adalah salah satu penghalang jalan yang tak semua orang bis menembusnya, disana juga keputusan yang tepat harus di ambil dan harus menerapkan standar khuus demi keselamatan diri atau tim secara keseluruhan.

      Dalam mencapai puncak rangga merasa tak perlu buru buru, kali ini cuaca takkan pernah berubah, hujan gerimis takkan pernah berhenti dan mendung takkan pernah berubah, doanya hanyalah semoga di tempat penginaan nanti cuaca masi sama dan tak terjadi badai yang akan memaksanya turun kembali pada perhentian sebelumya.

      Rangga duduk pada teih tebing batu yang terlihat kokoh dan menjulang tinggi diatas seluruh hamparan pemadangan di hadapannya kini, pemandangan yang dari tadi menggoda matanya, sekarang ia dapat menikmati hampara hutan lebat yang sangat hijau, keindahan ciptaan Tuhan diperlihatkan dari atas sana yang kemudian memanjakan setiap mata para penikmat alam.

      Nampak jauh disana hamparan sawa para petani yang sebagian besar sudah mulai mengijau dan sebagian masih kosong sementara dalam proses pembajakan, drisana nampak jelas terlihat keindahan yang sangat sulit di jelaskan, keindahan yang selalu menggoda rangga utu kesekian kalinya datang dan melihat keindahan itu.

      Sebelah kirinya terhampar hitan luas dan begitu hijau tak terbercelah, semua dipenuhi dengan tumbuhan hijau, menampakkan kedasyatan kuasa sang pencipta dalam mengasihi umat manusia. nampak jauh kesan terhanpar padang rumput luas hingga membatasi padangan, nampak pohon pohon berjajar yang terliat memiliki jarak yang sama satu dengan yang lainnya sepertinya itu ditanam dengan tujuan khusus. padang rumput yang sangat luas itu sebenarya bukan rumput namun perkebunan teh dan peternakan milik perusahaaan yang tenama di tempat itu. pemandangan yang tak kalah menakjubkan dibanding pemandangan yang berada di hadapanya.

      Sebelah kananya juga terhamar luas seluruh hutan yang menghijau seperti pemandangan di hadapannya dan juga sebelah kirinya, namun yag berbedah adalah pembatas pandangannya bukan padang rumput ataupun hamparan sawa namun pandagannya dibatasi dengan hamparan laut yang biru. darisana juga nampak sisi kota yang nampak seperti sebuah bagian kecil dari hamparan hijau yang ada, sengguh pemandangan yang sempurna.

       Sebelakangnya terdapat menhir penunjuk, yang menjelaskan dia berada pada ketinggian berapa dari permukaan air laut, menhir itu masih terwat dengan baik berbedah dengan menhir sebelumnya yang beberapa sudutnya telah tiada bahkan seperti telah keropos dan ditmbuhi lumut,  di sekitarnya kini juga berbedah dari jalan yang ia susuri sebelumnya, sekarang tak da lagi  pohon pohom besar yang menjulang tinggi menaunginya, sekitarnya hanya dipenuhi dengan tumbuhan ilalang dan semak belukar yang tebal melebihi tinggi tubuh orang dewasa, di dalamnya terselip beberapa batang pohon kecil yang seolah kerdil dan enggan tumbuh menjulang ke atas.
rangga kemudian melanjutkka perjalanay setelalah puas menatap dan meraup segalah kindahan di hadapannya yang takkan mampu ia habiskan.

      Perjalanan kini masi menantang dan jalanan yang ia akan lalui lebih dari sekkedar jalur vertikal namun bukan tebing, jalan kini dipenuhi dengan batu batu sebesar kepalan tangan yang selalu siap berguling kebawah jika salah dalam memijakkan kaki, dan tentunya akan membuatnya terperosok atau bahkan terguling jatuh kedalam jurang yang entah samai dimana ujungnya.jalur vertikal ini juga diberi tali pengaman yang akan menjadi pengangan para pendaki yang akan melaluinya,

      Sebelum melanjutkan lagkanya pada jalur vertikal ini rangga memasang pengait pada tali pengaman kemudian menghubungkannya dengan tali pengaman yang ia pasang pada tubuhnya,itu untuk menjaganya tetap berada pada jalur dan untuk keselamatannya jika terjadi kesalahan yang setidaknya akan membuatnya selamat. hal ini sahat lah penting utuk diperhatikan.

      Perjalanan menjajaki jalur vertikal ini takterlalu menyuguhkan godaan bagi ata dan disana juga rangga malah susah untuk melihat sekitarnya dikarenakan kabut yang tiba tiba datangdan menyelimutu pandangannya, kanut yang cukup tebal dan membatasi pandangan sekitar yang sekarag tingal kira kira hanya dua sampai tiga meter saja tantangan yang baru kini bertamba, sesekali rangga mengecek ketepatan tali pengaman yang terikat dengan tubuhnya, dan kemudian memperhatikan medan diman ia kan menapakkan kakinya, bebrapa batu mulai berguling kebawa jika tanpa sengaja rangga menyentuhnya dan dia tak lua berteriak kebawa jika satu batu terjun kebawah, itu untuk memperingatkan orang yang jika kebetula berada dalam jalur yang sama di bawahnya, itu teknik stadar yang ia ketahui, untuk keselamatan bersama.

      Sekitar tiga ratus meter medan vertikal itu dia lalui dengan begitu perlahan dan kemudian ia berada pada jalur yang tajam, samping kiti dan kananya adalah jurang, kini dia berada di atas ketinggian yang bukan main lagi di antara dua tebing yan sangat sempit namun dalam, dengan kabut yang seakan semakin lama semakin menebal, beberapa tali pengaman di kiri dan kana  terlihat masih koko dan baru, mingkin saja para pedaki baru saja menggantinya.

       Jalur ini datar dan kemudian sedikit menanjak di ujungnya yang kemudin menyajikan tebing vertikal sekitar sepuluh meter tingginya, yang harus di taklukan lagi dan lagi, perjuangan masih belum sampai di sini, tebing setinggi sepuluh meter itu bukan rintangan terakhir namun tantangan berikut adalah kedua belah tebing yang berjarak dua puluh tiga meter harus ia sebrangi, walaupun disana telah tedapat tali yang kokoh untuk menyebrang namun ini tetap saja akan menatang setiap orang yang akan melewatiya, dalam tebing takperah di ukur dan dasarnya tak nampak dari atas sana, ini terlihat mengerihkan namun juga penuh dengan tantangan.

      Alat dipasang pada tali penyebrangan dan mulai mengikatkan  ransel bawaannya pada tali penyebrangan yang lain, taklupa ia kaitkan tali yang kenudian ia pegang, jarak tali yang satu cukup dengan apain tangan itu sudah dirancang khusus sebelumnya oleh tim pendaki yang datang memasangnya benar benar pekerjaan yang menantang bagi mereka sebelumya. banyak pelajaran yang harus dipelajari tentang gunung ini jika sesekali kita menginginkan untuk menaklukkannya, jiba tekat dan smangat yang kuat dan besar sangat menentukan keberhasilan kita.

      Dengan mudah rangga melalui rintangan ini dan keudian sampai pada sisi lain tebing yang menghamparkan semak semak dan beberapa pohon kecil didalamnya, seperti pada tempat sebelumnya namu semak kali ini lebih kerdil dan tampak  begitu tak subur. sekitar duaratus meter di depannya terdapat sumber air dan sedikit dataran untuk para pendaki mendirikan tenda, ia bergegas menuju ke sana. setelah mendekat kesana sekitar sepuluh meter di depannya ada sebuah tenda berwarna biru bepadu dengan oange terpasang kokog di balik semak yang takbegitu tinggi, namun tak satu orang pun tampak di sekitarnya, rangga mendekatinya lalu kemudian meninjau sekitar mencari keberadaan pemilik tenda namun yang ia dapati hanya dua pasang sendal yang berada di samping tenda.
       Rangga kemudin memandangi sekelilingnya lagi hendak mencari posisi yang tepat mendirikan tendanya. kini rangga berjaalam pada sisi kiri tenda yang tadi kemudian meurunkan ranselnya dan membersihkan batu batu kecil di dekitarnya, itu akan lebih baik jika di singkirkan karena jika emenempatkan tenda diatas batu kecil ini akan mengganjal belakangnya jika tidur nanti.

      Beberapa menit kemudian tenda rangga dengan mudahnya telah beres dan berdiri kokoh, jaraknya dengan tenda tadi sekitar lima meter dan berada tepat di sebelah tebing batu setingi dua meter, tempat tersebut dipilihya agar dapat terlindung dari badai yang beraal dari belakang tebing jika saja cuaca datang lebih buruk dari perkiraan.Di sebelah kiri tebing yang menjulang lebih tinggi dari tebing yang tepat dibelakang tendanya itu terdapat sumber air yang menetes dari dalam batu kemudian mengalir pada beberapa goresan goresan yang kemudian menyatukannya menjadi sebua aliran dan akhirnya cukup mengalir deras pada sebua saluran pipa yang panjangnya sekitar lima belas sentimeter. sumber air inilah satu satunya sumber air yang ada di atas ketinggian ini, di san terpampang beberapa papan peringatan dan apan eratura yang harus dipatuhi agar sumber air itu tetap terjaga dengan baik, seperti dilarang membuang sisa makanan dan sampah apapun di sekitar sumber air, atau dilarang merusak penampungan air dan masih bayak lagi aturan lainya.

# CERITAYA AKAN DATANG SETIAP HARI

Sunday, March 26, 2017

PETUALANGAN RANGGA


PERJALANAN HATI


    Di suatu hari dalam perjalanan petualangan yang mengasyikkan dalam hidupnya seorang pemudah tanggung yang dalam kehidupannya memiliki hobby yang menurutnya sangat menantang segala kehidupan baik fisik maupun hati bahkan jiwanya sebagai seorang pendaki gunung.
Dalam kehidupannya Ia ingin sekali mempelajari makna hidup dan segala kebaikan serta keburukan yang akan ia lalui, dan rasa ingin taunya itulah yang membawa dirinya pada petualangan hati yang begitu menguras tenaga pikiran dan hatinya.hingga dalam suatu perjalanan dirinya menantang batas kemampuan fisik dan batinnya. 

    Pada sore itu rangga terlihat bolak balik keluar masuk ruangan kecil di belakang kampus. diatas puntu ruangan itu jels terpampang tulisan besar sebagai penanda sebuah sekretariat UKM pencinta alam kampusnya. dia adalah anggota tetap dari UKM yang aktif beberapa tahun terakhir, disana ia mendapat banyak pengetahuan tentang kehidupan, organisasi dan teman yang semakin hari semain banyak.
Ngaa.... kamu mau kemana ? tanya seorang teman yang datang kemudian melihatnya sibuk mempersiapkan peralatannya sore itu.
ah ngak kok, besok rencana mau nanjak...! kamu mau ikut ngak? tanya rangga balik.
mau najak di mana ? tanya temannya ingin tau.
yang dekat dekat saja bro...! jawab rangga agak acu.

    Memang dari sebagian anggota UKM dikampusnya, Rangga adalah sala satu dari sekian anggota yang lebih memili sebagai pendki yang selalu pergi sendirian.Ia jika ingin pergi ke suatu tempat akan berjalan sendiri tanpa ditemani seorangpun.

    Memang terlihat seperti egois, atau terlihat menyeramkan jika dipikirkan, namun mereka adalah orang orang yang memiliki pikiran dan keinginan sendiri, bahkan mereka juga bukan pribadi yang egois ataupun anti sosial kok. Jika mendengar cerita langsung dari mereka, sepertinya pikiran seperti itu sangatlah bisa ditepis jauh jauh dari mereka, karena menurut mereka menikmati alam itu akan lebih indah jika sendiri, dan akan lebih mudah mengetahui sampai dimana batasan fisik dan mental yang ia punya. intinya bukan egois ataupun anti sosial.

    Pagi pagi benar Angga bangun kali ini dengan segala rancangan dan jadwal keberangkatan yang ia sudah rancang dengan baik kali ini ia akan berangkat. dengan tas besar di punggung dan peralatan lengkap yang telah ia siapkan dengan baik kemarin sore kini ia gendong.
menuju ke parkiran dan memanaskan motor kesayangannya yang selama ini menemani petualangan hidupnya.

      Udarah segar betiup menyejukkan paru parunya, ia menghirupnya dalam dalam seolah mencari sebuah semangat yang diberikan kesejukan itu. dalam keberangkatannya kali ini ia akn menaklukkan puncak gunung tertunggi di pulau ini untuk ke sekian kalinya. memang ini perjalanan yang kesekian kalinya ke puncak gunung ini, namun ada beberapa hal yang selalu menantangnya untuk kembali dan kembali mnaklukkan sang gunung perkasa itu. 

Rangga memacu sepeda motornya dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan lagu dari handponenya melaui headset. sepanjang perjalanan pepohonan di pinggir jalan mulai menunjukakan kesejukan dan keramahannya, daun daunnya melambai lambai dengan lembut seolah memberikan sambutan padanya. semakin jauh ia memacu kendaraannya semakin ia merasaakan udarah dingin mulai menusuk lapisan kulitnya. udarah dingin itu seakan membelainya dengan kelembutan namun perlahn menusuk masuk kedalm tubuhnya hingga memebekukan hati.
rangga menggetarkan tubuhnya seolah mengibaskan udarah dingin yang menusuknya, namun tak gerakan yang sia sia itu tak mampu membuat tubuhnya menghangat dan hanya memberikan sebuah sugesti untuk melakukan peregangan pada otot otot wajah yang seakn membeku.

      Tatapan rangga kini terganggu oleh awan di langit yang terlihat mengepul seperti berara dan akan tumpah menjadi hujan yang lebat, namun hal itu tidak menyurutkan tekatnya melanjutkan perjalanan kali ini, keinginannya menyambut lahirNya sang penyelamat dalam hidupnya di atas puncak gunung tertinggi di pulau ini sangat bulat dan penuh dengan semangat serta persiapan yang matang yang menambah keyakinnya akan perjalanna kali ini.

ah hanya hujan.... ! gumamnya dalam hati.

     Kini ia berada sekitar limah kilometer lagi dari tempat penitipan motor dan sekaligus pos registrasi bagi pendaki yang akan naik gunung, tetes hujan mulai turun satu persatu menerpah wajah yang terpacu dengan angin segar yang membuat badan semakin dingin, rangga memutuskan berhenti dan mengenakan jas hujan yang sudah ia siapkan. sepertinya perjalanannya kali ini akan ditemani oleh hujan yang takan berhenti begitu cepat. kembali memacu sepeda motornya setelah semuah terlindung dari basahan hujan, dia paham betul bahwa air hujan akan menambah berat perlengkapan yang ia bawa kali ini jika dibiarkan terguyur air hujan tanpa pengaman.

    Lima belas menit telah berlalu dan ia kini beradi pada posko registrasi pengunjung gunung. penjaga pos sangt ramah, menyodorkan buku registrasi pada rangga setelah melihatnya masuk dan menyapanya. 
     Setelah mengisi fom yang ada dalm buku kemudian ia pamit pada petgas setelah meletakkan helm di tempat penitipan dalam pos itu. salah satu syarat jika akan mendaki gunung ini adalah mengisi fom registrasi, itu juga untuk kepentingan dan kebaikan para pendaki itu sendiri, bukan cuma formalitas hehehee...

     Rangga menutup mata kemudian berdoa sebelum melanjutkan langkah kakinya menyusuri jalan setapak menuju puncak gunung kali ini. doa yang sangat singkat, memohon agar perjalannya kali ini di selamatkan dan mendapat banyak makna di baliknya. 
perjalanan dilajutkan dengan berjalan kaki melalui lebtnya hutan pinis kemudian hutan yang dingin dengan jalan setapak, ditemani hujan yang selalu meneteskan semangat bagi rangga dalam melagkahkan kakinya, sala satu keuntungan bagi pendaki jika hujan yaitu tenaga dan badan tidak akan mudah lelah karena badan akan tetap dalam keadaan dingin dan basah, tidak akan panas seperti jika jalan saat tidak turun hujan.

    Langkah demi langkah yang ia ayunkan semakin jauh semakin menantang adrenalin dan seolah olah menggoyakan mental, dan sampai lah ia pada pos pertama, pos yang ditandai degan menhir yang bertuliskan tinggi tempat ia berpijak serang, sekian kilometer diatas permukaan air laut, dan berbagai coretan coretan lain yang mengurangi keindahan menhir yang digoreskan oleh para pendki tak bertanggung jawab.
     Beristirahat sejenak dan mengumpulkan semangat yang tercecer dengan mendakinya jalan setapak yang cuup menguras tenaga sebelumnya, kemudian melanjutkan perjalanan yang akan semakin menantang di depan. jalan setapak yang dikelilingi oleh semak semak dan pohon pohon yang menjulang tinggi di kiri dan kananya.

    Langkahnya semakin melaju kedepan tanpa henti, keringat bercampur air hujan mengalir dari dahi dan menambah basah baju yang ia kenaka, tas ransel yang ia kenakan di punggung kini mulai basah karena air hujan yang mulai merembes masuk dari cela cela pembungkus yang agak longgar.

     Beberapa kilometer kini ia berjalan dan kemudian sampai pada pos pemberhentian berikut.
hamparan pemandangan hutan terlihat jelas di sana, daun daun dari pohon pohon yang menhijau seakan memberikan semangat pada rangga, dingin yang menusuk badan kini perlahan lahan mengurangi lelah yang mulai memuncahkan diri.

     Pukul 12.00 tepat kini ia berada pada pos perhentian berikut dengan perasaan lapar dan perur agak melilit kemudian memutuskan untuk berhenti dan mengeluarkan isi beka yang sebelumnya ia siapkan. bungkusan pertama yang berada paling atas ransel kini ada di hadapannya, kemudin melahapnya dengan cepat dan menenggak botol air yang diselipkan di samping ranselnya.
perutnya kini terisi penuh sebagai penambah tenaga untuk perjalanan yang sangat panjang hari ini, dia merasa makanan yang kali ini sangat nikmat tak kalah dengan sajian restoran berbintang, itu dikarenakan pemandangan di sekitar yang membuat siapapun akan melahap makanan di hadapannya dengan lahap jika berada di tempat seperti sekarang dalam keadaan perut kosong.

      Setelah beristirahat dan memulihkan tenaga, Rangga kembali melajutkan langkahnya, setelah melihat jam tangan kuna di lenagnnya , kemudian memperkiraknan berapa jam lagi kessempatan yang ia miliki agar tak sampai di puncak nantinya dalam keadaan gelap.
masi tersisah waktu sekitar 6 jam kali ini, satu jam untuk  masing masing pos jika semangatnya tak kendor dan tanpa halangan apapun, itulah rancangannya, pos terakhir akan ia tempuh keesokan harinya sekaligus berada pada puncaknya yang tertinngi.

     Perjalanan yang semakin lamah semakin menanjak menibahkan ia pada pos yang ke enam dimana pos tersebut berada pada sisi tebing batu yang sangat curam, angin di sana begitu kencang menggoyahkan posisi siapapun yang mencobah berdiri mendekkati tebing tinggi itu.
rangga mencoba merangkak mendekati sisi tebing setelah meletakkan ranselnya agak jauh darisana.
kemudian ia mengambil posisi duduk di sana, deketika angin kencang menerpah setiap titik anggota tubuhnya, membuatnya menggigil bagaikan masuk dalam rendaman air es.
usuuuuhhhhhh........ suara melegahkan badan keluar dari mulutnya menghelah nafas melegahkan segala lelah di badannya, dalam pikirnya masih ada tiga pos di depannya yang harusnya ia tempuh dengan sisa waktunya kini.

     Setelah beberapa saat duduk disana, kemudian mencoba memecah keheningan hati dengan teriakan yang sangat kencang ia keluarkan dari mulutnya, seolah olah melepaskan beban yang sangat berat yang tekumpul daam hatinya, teriakan ini kemudian membuat hatinya menjadi lebih ringan.
hanya orang yang tak tau cara menikmati alam lah yang tak melakukan hal semacm itu jika berada di tempat seperti itu dalam keadaan sendiri.

    Brteriak bekali kali akan mmbakar semangat danjuga melegahkan hati seseoran, itu adalah salah satu jurus ampuh yangdimiliki seorang pendaki yang berjalan sendiri di tengah hutan lebat seperti ini, sekan akan merindukan keramaian yang ia sengaja tinggalkan jauh dari tempat ia berada kini.

     Rangga meraskan lelah yang sangat memuncah ketika berusha mencapai pos perentian ke delapan, disanalah tempat yang akan begitu menguji akal sehat, nurani , serta tekat dan fisik yng dimilikinya, jalan yang begitu licin dan menuruni lembah yang curam dan kemudian mendapati sungai yang airnya mengalir jernih dan sangat dingin membut kaki sangat keram kemudian lanjut pada pendakian sebagai ujian penentu yang sangat sangat menanjak dan begitu membutuhkan kehati hatian dalam mengambil keputusan akan menapakkan kaki dimana dan kemana berikiutnya.
melangkah lima kali kemudian berhenti dan mencoba mempertahankan diri pada posisi itu juga msih sangat menguras tenaga, tak ada teman tak ada siapa siapa yang menemani kini, jika ia salah dalam mengambil tidakan maka akan langsung memberikan dampak yang buruk pada dirinya sendiri.

      Waktu yang tersisah sekitar satu jam lagi dan ia masih saja berjuang dalam pendakian yang sangat panjang itu, jalan yang begitu vertikal membuatnya harus berpegang pada akar akar poho yang begtu licin karena ditumbuhi lumut. terseok seok namun tetap berusaha teliti dan yang paling utama adalah tetap sadarkan diri kali ini, mengingat jalan yang ia lalui dan yang akan ia tempuh kedepan, 

   Jika berhenti dan menarik nafas dalan kemudian melanjutkan langkah rangga selalu mencoba untuk menuntun dirinya dalam pikiran positif, hanya itu kunci paling utama yang ia miliki ketika fisik mental dan semangat mulai menurun dantak ada hal lain yang bisa dilakukan. erfikir positif akan membuat pikiran dan hatinya selalu fokus dsaan takkan buyar bahkan terperangkap dalamkesunyian hutan yang mencekam kali ini.

     Dengan segala tantangan yang sangat menguras stamina bahkan kini semuanya sudah berada pada batasnya kini seolah olah sedikit terbayar dengan sedikit kepuasan ketika sampai pada pos ke delapan, oh perjuangan yang sangat menguras tenaga rangga membaringkan diri seadanya diatas rumput yang tumbuh di sekitar menhir yang sebagian sudah hancur mungkin karena sudah terlalu tuah dimakan waktu.

     Beberapa saat berbaring di sanan membuat stamina rangga sedikit pulih, namun masi tetap saja loyo dikarenakan fisiknya memang sudah tak mampuh, lain halnya engan semangatnya yang kembali memuncah seakan akan mengembalikan fisiknya yang sudah hampir roboh menjadi kuat kembali.
rangga kemudian berdiri dari tidurnya dan melangkah dengan spontan dan begitu tegas.

      Sedikit lagi....! gumam rangga dalam hati.
hari sudah mulai gelap jam tangannya menunjukkan waktu kurang dai lima belas menit pukul 19.00
pandangan di hadapannya mulai gelap, beberapa kilometer lagi ia akan sampai sesuai rencana. namun tiba tiba saja langkahnya berhenti, kakinya seakan tak terasa lagi, keram dari pangkal paha hingga ujung jari, sepertinya ini takkan bisa digerakkan lagi. 
rangga memutuskan duduk di sebuah batu mereganggkan kainya yang keram, mungkin ototnya akan kaku jika di lanjutkan, kemudian takkan mampu menyelamatkan dirinya berikut.

     Setelah berhenti cukup lama dan malam semakin dalam, akhirnya kakinya mulai terasa kembali ia bisa menggerakkannya, ditambah lagi dengan keputusannya menyalakan api yang dia tempatkan dalam sebuah kaleng bekas rokok yang ia bawa, yang berbahan bakar spritus, ia nyalakan untuk menghangatkan badan.

    Langkahnya kemudian ia lanjutkan, dengan bantuan lampu kepala ia kini menuntunnya menyusuri jalan setapak yang sangat mencekam kini, dengan semk belukat serta pohon pohon yang tak begitu tinggi, dan daun yang tak begitu rimbun, menandakan ia telah berada di atas sekian ratus kilometer diatas permukaan air laut.

    Dengan langkah perlahan dan terseok seok akhirnya membuahkan hasil. kini ia berada pada pos ke sembilan, pos terakhir yang  ia rencanakan akan mendirikan tenda untuk istirahat malam ini, memulihkan kembali tenaga yang telah habis selam perjalanan tadi.

     Rangga memilih mendirikan tenda tak terlalu jauh dari sumber air yang ada di sana, itu juga ia pikirkan untuk memudahkannya mengetahui apakah ia benar benar sendiri di tempat itu atau ada orang lain. dikrenakan sumber air itu adalah satu satunya di tempat itu.

      Setelah selesai dengan urusan membangun tenda, kini rangga melanjutkan persiapan membuat kopi untuk menghangatkan badan, dan sambul menunggu air mendidi, dia memilih memanfaatkan waktunya untuk menganti pakaian setelah membersihkan diri, baju yang ia gunakan selama perjalanan perjalanan tadi bsah degan keringat dan air hujan. itu akan membuatya kedinginan sepanjang malam jika ia tak menggantinya.
       Pakain yang ia bawa memang sudah di persiapkan sedemikian rupa sehingga tak basah biarpun ranselnya terjun kedalam air,  teknik yang ia dapatkan dalam pelatiahan bertahan hidup beberapa tahu lalu dan melekat begitu saja pada dirinya. hati yang sangat jrnih akan membuat pikiran dan hati mengambil langkah yang sama dan selalu berbarengan dalam mengambil keputisan sehingga apa yang dipilih akan sangat tepat. inilah pokok pada prinsip ranggan dalam setiap perjalannanya.

#kelanjutannya akan hadir di hari hari berikut. 

Friday, March 24, 2017

DRAMA

Wanita atau persahabatan

Penokohan/karakter :
Peran utama               : Rozaq
Peran pembantu         : Azni
Peran figuran             : Rudi
                                       Dinia
                                       Aden
                                       Dono
                                      Anggara


Pada satu hari asrama tempat “f” kamar f3 terdengar pembicaraan diselai chanda tawa.

Rudi : eh... Tau tidak saat ini tanggal berapakah ?

Anggara : ada apa loe tanya-tanya tanggal mang ada yang mutlak tah.. ?

Rudi : he... 3x tidak da apa-apa sih cuma’ goe dah nipis nie duit jajan nyaris ludes.

Nyahut abdul...

Azni: saat ini tanggal 21 april yo... Maka dari itu janganlah boros lantas orang itu, terus kalau
Telah gini anda tentu akan pinjam duit lagi yah ma saya...

Rudi : he... He.. Kok tau..

Aden: yah.. Bagaimana tidak akan tau, wong itu telah lantas teradisi anda bila kirimanya

Habis pinjam ke dullah..

Rudi : yah kan tidak ayah gua ubah entar bila telah kiriman, lagian dullah kan uang
Jajannya banyak.

Lantas anggara yang semula tidur bangun ikutan menyahut...

Anggara : yah bila dullah itu kan anaknya juragan bawang lantas enjoy saja kan

Dull.. Tinggal minta saja ma bokap lo tuh.

Azni: yah terima kasih ocehannya...

Serta sekian hari lantas disekolah... Bruk..... ( rozaqtidak sengaja menabrak seorang gadis yang gadis itu nyatanya yaitu dinia)

Dinia: eh anda itu bila jalur liat-liat napa sih.. Tidak punya mata yah..
Serta si rozaqcuma bengong lihat dinialagi marah pada dirinya...

Dinia: hei kak... Kok lantas bengong sih. Mang ada yang lucu tah...

Rozaq: o o o, sorry yah saya tidak sengaja, soalnya saya tadi tergesa-gesa akan ke toilet.
Maaf yah.. Maaf yah....

Dinia: maka dari itu bila jalur liat-liat napa janganlah ngelamun terus entar kesambet setan
Lo.. Kak. Ya telah saya maafkan..

Rozaq: eh btw anda itu nak mana sih... Kok saya baru saat ini simak anda disekolah ? Dinia: oh... Saya anak baru kak di sini pindahan dari smansa jombang.

Rozaq: oh anda anak baru yah di sini kenalin saya rozaqanak xii bhs, anda masuk
Dikelas mana ?

Dinia: oh.. Saya masuk di kelas kali ips. Kak maaf yah tadi marah-marah abiz kakak sih
Pke acara nabrak-nabrak semua. Sorry yah kak

Rozaq: yah tidak ayah. Oh ya nama anda siapa ?

Dinia: namaku diniakak

Rozaq: nama yang cantik sama juga dengan orangnya cantik juga...

Dinia: yeah.. Bila buat bikin orang gr kakak pinter.. Biasa saja dah kak tidak usah
Terlalu berlebih.

Rozaq: bila memang kenyataanya cantik bagaimana ?

Dinia: aduh... Kok lantas panjang gombalnya kak cukup yah soalnya diniaakan masuk
Kelas tidak enak bila dilihat anak-anak yang lain.

Rozaq: ya telah.. Good luck yah...

Dinia: assalamualaikum

Rozaq: walaikumsalam
Serta mereka masuk kedalam kelas tiap-tiap sampai bel pulang berdering mengisyaratkan kbm sudah selesai..

Rozaq: ( tersenyum sendiri didalam kamarnya )

Rozaq: di dalam hati rozaqmenyebutkan “seandainya saya dapat punya pacar layaknya dinia
Alangkah indahnya dunia ini” dibalik seluruh itu nyatanya ada dua pasang mata
Yang tengah mengintip..

Dono : eh... Des rozaqmengapa yah dari kemarin-kemarinnya dia jarang makan serta hanya
Tersenyum sediri serta ngelamun ?

Aden: barangkali dia kerasukan jin kali’atau belajar ekting teater ?

Dono : hah masa saat ini tetap yakin yang begituan, enggak lah barangkali dia lagi
Jatuh cinta kali’. Masak sih orang teater dapat jatuh cinta ?

Aden: adalah kan wong teater juga manusia. Agar tidak penasaran kita tanyakan yuk...

Dono : duar... Ayo mengapa ini kok ngelamun sendirian sembari senyun-senyum ?
Rozaq: ah.. Anda ini kaget-kagetin saya saja. Tidak ada apa-apa kok..

Aden: masak sih..

Rozaq: iya tidak ada apa-apa.

Dono : namun mengapa anda tersenyum sendirian ?lagi jatu cinta yah.....

Rozaq: anda ini bila disuruh neliti orang pinter... Kalu mang iya mengapa ayo ?

Aden: yah tidak ayah, namun raja teater sekolah kita ini jatuh cinta sama siapa yah dod ? ? Dono : sama siapa yah...

Rozaq: eh.. Kok lantas wawancara nih..
Aden: restu.. Cerita mengapa sih ma kami, barang kali kami dapat bantu anda ?

Rozaq: namun janji yah janganlah gosipin saya, soalnya saya sangat anti ma gossip apalagi
Bila hingga kedengngerran virda si-ratu gosip sekolah kita itu...

Dono : yah. ! !. Kita janji gakkan gosipin anda disekolah, mang cewek yang anda cintai
Itu siapa sih..

Rozaq: dia itu anak baru sekolah kita itu lho.. Si diniaitu...

Aden: oh.. Nak pindahan itu..

Rozaq: yah benar, namun saya malu yang akan ngungkapin perasaan ini ?

Dono : malu.. Masak sih anak teater yang telah lantas juara nasional ini malu. Mang
Anda dapat malu juga yah tu.. ( dono serta adentertawa )

Rozaq: yah dipanggung itu gampang pren namun kalu problem hati ke hati itu untuk aku
Amat berat terasa. Berraattt banget.....

Aden: ya telah saya doain saja yah.. Semoga sukses
Serta diketika malam hari di dalam kamar ada 7 anak, ada yang lagi copy paste tugas pr temanya, juga ada yang lagi baca komik.. .

Dono : hei teman-teman seluruh pada tau tidak neh ada berita baru

Azni: berita baru apa

Aden: si-raja teater sekolah kita lagi jatuh hati tuh..
Anggara : wah ama siapa tuh...

Dono : denger-denger sih......... Ama anak baru
Azni: anak baru siapa ?

Aden: diniaitu lho...

Azni: apa ! ! ! Dinia? ? ( muka azniberalih lantas marah )

Azni: eh.. Anda itu tidak tau terima kasih yah.. Udaah saya baik-baikin lantas rekan eh
Jadi akan ngambil orang yang saya sukai....

Rozaq: lho mang anda apanya dia kok lantas sewot begitu

Azni: memanglah saya bukan hanya siapa-siapanya dia namun saya lebih dulu p_d_k_t ama tuh
Anak... Enak saja anda ini..

Rozaq: terus akan anda apa ? ?Mau carok tahh...
( dengan suara tinggi sembari menunjuk-nunjuk muka azni) tanpa banyak bicara si-aznisudah menerkam pipi rozaqserta begitupun sebaliknya namun perkelahian itu bisa dihentikan oleh teman-temannya dengan dipisahkan.

Anggara : lho ini kok lantas bertengkar sih... Dikarenakan wanita kalian lantas gelap mata. Gila apa... Wanita itu banyak janganlah lantas orang bodoh dengan bertengkar kalian ini telah kelas xii semestinya dapat belajar dewasa. Ya telah ayo berdamai. Serta lupakanlah wanita itu, saat ini yang perlu kalian ingat yaitu belajar serta belajar... Supaya kalian lulus ujian kedepannya.

Rozaqserta azniselanjutnya berdamai serta bersahabat kembali.

Thursday, March 23, 2017

CERPEN

AYAH YANG HILANG

Suatu ketika sebuah keluarga yang bahagia, hidup mereka berkecukupan, mereka memiliki banyak harta dan juga perushaan yang sangat besar.Mereka hidup sangat bahagia, setiap hari minggu mereka menyempatkan pergi ke gereja bersama sama, hidup mereka selalu dalam ajaran Tuhan, dan bahkan tidak pernah jauh dari ajaranNya. Pada sutu ketik ayah sebagai kepala keluarga pergi keluar kota untuk mengurus perusahaan cabang mereka yang sedang dalam pengembangan.Sang ayah dalam perjalanannya merencanakan akan kembali ketika akhir pekan untk memyempatkan waktu berkumpul dengan keluarganya seperti biasa, namun saat dalam perjalanan pulangnya, mobilnya tertabrak sebuah mobil kontainer yang membuat rimsek bagian samping mobil yang ia tumpangi. Keluarga yang mendengar kabar itu, sontak kaget dan berduka sangat mendalam, dan dengan segala kemampuan yang mereka miliki mereka berusaha merujuk sang ayah untuk di rawat di rumah sakit yang lebih bagus.

Pada akhirnya sang ayah sembuh dari sakitnya namun kemudin ia tak bisa berjalan seperti semula, karena kakinya telah telah di amputasi, dan kini ia hanya bisa duduk diatas kursi roda. Sang ayah yang dulunya adalah orang yang terpandang dalam masyarakat kini mulai ragu dan merasa malu berinteraksi dengan masyarakat sekitar, hingga ia memilih mengurung diri dalam rumahnya dan tak mau bertemu dengan siapa siapa selain keluarganya.
Hingga pada suatu ketika sang ayah merasa sangat tersiksa dengan segala kedaan yang dia alami, jika ingin melakukan sesuatu ia tak dapat melakukannya sendiri dan harus membutuhkan bantuan orang lain, ia begitu terpukul dan mulai menyalahkan Tuhan atas cabaan yang ia alami.

Kemudian mengirim sebuah permintaan uji coba pada sebuah perusahaan biologi dan menwarkan pada mereka agar meneliti sebuah percobaan yang bisa membuat kakinya kembali.Tentu saja ia sangat mampu mendanai seluruh keuangan dari reset tersebut. ia meekrut beberapa ilmuan terbaik kemudian menjalankan misinya. ia ingin mengembalikan kakinya seperti semula.
Dengan ambisinya itu ia sangat terobsesi bahkan tak sungkan ia melakukan percobaan percobaan pada hewan uji yang kemudian mendapatkan hasil uji yang tak sesuai harapan
karena obsesinya itu dan kesibukan yang sealu ia fokuskan pada penelitiannya ia kemudian tak lagi memperhatikan kehiupannya dan telah melupakan Allah sebagai Tuhan yang memberikan sumber kehidupan itu sendiri, bahkan ia sudah tidak bertemu dan mengobrol lagi dengan keluarganya
Hingga pada suatu ketika sang ayah ini melakukan uji coba pada satu hewan uji dan kemudian masih saja jauh dari apa yang ia harapkan. kembali lagi ia merenung dan semakin terpukul dengan kedaannya. kini ia seperti orang gila bahkan jauh lebih buruk dari itu.
Pada suatu ketika ia sedang sibuk memantau para ahli yang menyiapkan pengujian berikutnya pada hewa uji di dalam laboratoriumnya. ia di datangi oleh seekor simpanse yang digunakan menguji dalam LAB itu, simpanse ini memegang sesuatu di tangannya, dan berjalan merangkak mendekatinya.Setelah begitu dekat, sang ayah kemudian menyadari keberadaan simpanse itu, namun tetap membiarkannya dan mengamati apa yang akan dilakukan simpanse itu.Saat simpanse itu bisa menggapai tangan sang ayah ia kemudin meraihnya dan dengan spontan menuntunnya pada sebuah ruangan tempat dimana simpanse itu di kurung.Sesampainya di kandang, simpanse itu memperlihatkan sesuatu yang ia pegan dan disembunyikannya tadi dan ketika ia melihatnya ternyata itu adalah sebuah kertas yang didlammnya terdapat gambar bunga mawar putih.Simpanse kemudian bergerak menjauh darinya dan kembali kedalam kandangnya, dan saat melihat gambar yang diberikan simpane itu padanya kepalanya yang begitu terobsesi dengan keinginannnya kini terusik dengan makna dari gambar tersebut, kemudian ia mencari arti dari bunga mawar puti,

Setelah mencari dari sekian buku ia kemudian mendapatkan satu penjelasan yang memaknai bunga mawar putih , yaitu hidup baru. kemudian ia merenungkan hal itu
saat merenungkan makna mawarputih itu terlintas dalam benaknya bahwa kehidupan yang ia jalani kini sangat berbeda, mengapa tidak ia mencoba hidup baru. ia kemudian tersadar dari obsesinya selama ini.Saat itu juga ia kembali kerumah dan mendapati keluarganya yang sudah sangat merindukannya selama pencariaannya, keluarga yang takpernah berhenti mendoakan dirinya dan terus berharap sang ayah akn kembali dalam keluarga mereka.
sang ayah memeluk satu persatu keluarganya dan memohon maaf kepada mereka atas apa yang ia lakukan selama ini, dia meneyesali segala obsesinya tentang kehidupan yang dahulunya bahagia dan ingin dia kembalikan. dan berkat seekor simpanse yang menyadarkannya dari obsesi itu.
sang ayah kini sadar bahwa sebenarnya Tuhan tidak mengambil satu apapun dari padanya namun hanya memberikan sedikit pelajaran dan ujian tentang ketakwaanya.

Wednesday, March 22, 2017

CERPEN

KETULUSAN CINTA


    Suatu ketika seorang pemuda bernama Boby yang tinggal di sebuah kos kosan, ia di sana tinggal sendirian, hanya beberapa teman kos yang sering mnemaninya setiap hari jika ia tidak pergi ke tempat bekerja atau saat sedang libur.
   Pada suatu pagi ia sangat heran ketika bangun pagi dan hendak mandi, ia menemukan sepucuk surat yang terselip  di bawa pintu kamarnya. bukan keberadaan suratnya yang mengagetkan Boby namun karena surat yang tertuju padanya itu adalah surat permintaan untuk bekenalan. 
  
 Boby pun bertanya tanya dlam hati, siapa dinar ini aku belum pernah bertemu dengannya namun ia memita berkenalan denganku, dan dalam suratnya ia juga belum mengenalku, sungguh sebua kejadian yang aneh. lalu mengapa ia tau namaku, darimana ia tau alamatku.
       
Setelah berfikir beberapa saat Boby yang masi mencari cari dan menebak nebak wajah Dinar ,memutuskan untuk membalas surat Dinar. DI kemudian dinar juga membalas surat boby, sampai saat itu mereka semakin akrab, dalam surat mereka mulai mencurahkan isi hati dan bahkan saling mengagumi walaupun mereka belum pernah bertemu.
    
 Sebuah kisah cinta mulai bersemi di antara mereka . Hingga pada suatu ketika dalam suratnya  Boby  minta dikirimi foto, tapi gadis itu menolaknya. Menurut dia, kalau memang Boby benar-benar mencintainya, tidak menjadi soal bagaimana paras mukanya, penampilan bahkan bentuk tubuhnya.
  
  Boby yang tadinya meragu dengan balasan suratnya yang takdapat dipenuhi oleh Dinar, namu dia kini mencoba mengerti dan ia mulai menerimah keadaan itu  dengan tanggapan dan pikiran positif
   
   Setelah satu tahun berlalu mereka  mereka yang hanya berkomunikasi lewat surat,  mengutarakan isi hati masing masing lewat secarik kertas kemudian memutuskan untuk bertemu disebuah taman di pusat kota  dengan tanda bahwa Dinar akan menyelipkan mawar ke bajunya. dan kemudian mereka menyepakati waktu yang pas untuk pertemuan mereka.
       
    Waktu yang ditentukan tiba, dan boby dengan hati berdegup mulai mencari-cari gadis dengan bunga mawar. Dalam pencariannya itu, ia bertemu dengan seorang gadis yang luar biasa cantik. gadis ini parasnya sangatlah menawan tubuhnya begitu tinggi dan kakinya begitu jenjang, sayup matanya suga sangat meneduhkan hati.
      
   Boby mulai berjalan beriringan dengannya beberapa waktu lamanya ketika gadis itu bertanya, “Anda ke jurusan sama seperti saya?”. Boby pun tersadar dan memandagi gadis di sampingnya itu Hanya sayang, gadis itu tidak memakai mawar merah.  perasaannya juga sedikit kecewa ketika itu, namun tujuannya adalah cinta sejatinya kini, bukanlah wanita cantik yang tak ia kenal itu.

    Dan ketika ia sedikit menoleh ke belakang, ia melihat seorang wanita dengan bunga mawar merah berjalan di belakang gadis itu.
Wanita itu jauh diatas 40 tahun. Terlalu gemuk untuk ukuran wanita. Parasnya pun sangat biasa. Sangat berbeda jauh dengan gadis cantik tadi. Boby sedikit bimbang. Ia ingin mengikuti gadis cantik tadi, tapi hatinya sudah terlanjur melekat dengan tulisan-tulisan lembut dinar. Ia lebih memilih hati daripada mencintai paras dan penampilan luar.

    Akhirnya ia putuskan untuk menyatakan diri kepada wanita gemuk itu. “Saya Boby dan Anda pasti Dinar. Saya sangat senang bertemu dengan Anda dan kalau tidak keberatan saya mengundang Anda untuk makan malam

    Dengan penuh ketegasan dan rasa rindu di hati ia menyatakan keinginnaya, perasnnya lah yang mengambil alih dirinya kin bukan lagi mata atau penglihatannya. ketulusan yang dimilikinya menghapuskan semua, dan menunjukkan kehendak hatinya.

    Pada saat ia menyatakan keinginan dan persaan senangnya bertemu dengan dinar kini  ” Wanita itu tersenyum, “ dan mulai berkat: Saya tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi, Tetapi gadis cantik di depan saya tadi membujuk saya untuk memakai bunga mawar ini, Dan katanya, kalau Anda mengundang saya untuk makan malam, saya harus mengatakan kepada Anda bahwa ia sedang menunggu Anda di restoran besar di depan sana. Katanya, ini semacam ujian hati untuk sebuah cinta dan ketulusan!”

    Dengan perasaan bahagia Boby yang awalnya sangat kagum dengan gadis canti yang berpapasan dengannya tadi, ternyata sedng mengujinya, dan kini gadis itu menunggunya . cinta sejati itu memang selalu mnguji kita kapan saj dan bahkan kita tidak tau kapan kita akan menemukannya, namun satu hal yang sangat penting bagi Boby yaitu cinta bukanlah soal fisik semata, cinta bukanlah soal paras semta , cinta bukanlah soal kecantikan dn ketampanan namun cinta adalah ketulusan hati menerima segala kelebihan dan kekurangan yang pasangan kita miliki


Sunday, March 19, 2017

CERPEN


IBARAT PENJUAL IKAN

     Hari begitu panas saat itu, rein menyekah keringatnya yang meleleh di dahi, ubun ubunnya serasa mendidih siang ini. terik matahari kota makassar sangat menyengat, dua bulan terakhir hujan sudah takpernah turun lagi, membuat udara kota sangat panas ketika siang, ditambah matahari yang bersinar dengan teriknya sepanjang hari seakan takkan berujung. musim kemarau ini entah kapan akan berhenti.

      Rein menuju ke pakiran kampus yang berjarak sekitar dua ratus meter dari tempat ia berada, dengan keadaan terpaksa karena ia harus pulang saat ini.
dalam keadaan perut kosong dan panas menderah seperti ini tentunya akan membuat seorang akan malas melakukan kegitan apapun.

     Melangkah gontai ke arah parkiran, dengan lemas ia memutar motor kesayangannya kemudian mempersiapkan diri untuk berangkat kembali ke rumah, hari ini sangat melelahkan dan begitu menguras tenaga.

     Malam perjlanan pulang ia menyempatkan diri berhenti pada sebuah kios penjual minuman di tepi jalan yang menggoda setiap pengendara yang lewat dengan minuman dingin yang menyegarkan. dipajang di dalam lemari pendingin yang tembus pandang cukup membuat tenggorokan Rein memberontak dan memaksanya berhenti disana mengambil sebotol minuman kemudian dia teguk perlahan, oohhhhh sungguh kesegaran yang luarbiasa bagaikan kekeringan yang ditetesi setetes embun menghilankan sealah kegerahan pada seluruh tubuh.

      Setelah beberapa saant ia berteduh dari terik matahari disana ia kemudian memutuskan perjalanan pulangnya yang masih setengah perjalanan, jarak kampus dengan tempat tinggalnya kini  memang cukup jauh  butuh sekitar tiga puluh menit untuk sapai dirumah. Dia beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan kerah motornya. Tiba tiba ia dikecutkan oleh seorang peempuan yang belum pernah bertemu dengannya sebelumnya,perempuan itu kemudian meminta berkenalan dengannya.

Hai kak.... kenalin namaku Ria, kakak namanya siapa? sambil mengulurkan tangan.

      Rein yang masih diselimuti dengan perasaan yang takmengerti dan tanpa ia sadri akan diajak berkenalan oleh seorang perempuan seperti itu di tengah jalan di kta besar seperti ini. dalm pikirannya itu sangatlah aneh.

maaf kita bicara pada saya? dengan nada ragu ia beranikan diri untuk memastikan bahwa perempuan itu memang mengajaknya berkenalan.

Ia kak masa siapa lagi, memang sama motor ?
dengan tingkah sedikit canggung namun lugas Ria menjawabnya.

oohhh.... nama saya Rein. Ada apayah? dengan nada masih ragu ia kemudian menyambut tangan Ria dan menyabat tangannya.

      Tidak kok kak saya sering lihat kak, saya sudah sering lihat kakak di didekat kampus saaya yang dekat tempat tinggal kakak, tapi saya tidak pernah sempat brkenalan.
Ria juga seorang mahasiswi yang kampusnya kebetulan dekat dengan tempat rein tinggal bersama saudara saudaranya selama ia menuntut ilmu di kota ini.
wajah Ria begitu manis, cukup membuat orang di hadapannya kagum bahkan terpesona dengan paras dan gestur tubuh yang ia miliki.

Oh begitu ya, tapi sa tidak terlalu memperhatikan kamu selama ini ! jawab Rein antusias.

      Merka kemudian pindah ke depan enjual minuman lagi, mencoba melindungi diri dari panas matahahri ibu kota yang sangat menyengat kini, sambil memlanjutkan perkenalan mereka yang begitu intens, bahkan dalam waktu singkat mereka sudah saling bertukar nomor HP.

      Setelah beberapa saat mengobrol panjang lebar, dan cukup membuat merka saling mengenal satu dengan yang lain. rein mencobah menayakan kemana tujuan Ria saat ini.

kamu mau kemana sebenarnya? tanya Rein dengan nada datar.
Ria pun juga menyimak pertanyaan Rein yang tiba tiba menyadarkannya dari kesyikannya bercerita bersama saat itu.
Oh ia kak astagaaa. saya hampir lupa saya ada kuliah jam dua siang ini, astaga saya akan terlammbat!

       Dengan terkaget sambil melihat jam tangannya yang mungil resemat dilengannya yang lembut itu, jam menujuk pukul 13.35. jarak ke kampusnya jika di tempuh dari tempatnya sekarang akan memakan waktu sekitar tiga puluh menit itupun jika jalan tidak dalam keadaan macet.

      Dan memang suasana kota makassar akhir akhir ini sangt rumit, beberapa masalah seperti kemacetan pelebaran jalan, begal dan masih banyak lagi masalah lainnya seperti sangat sulit bagi pemerintah kota, hal ini juga mnjad salah satu pekerjaan rumah terbesar pemimpin kotah berikutnya jika terpilih nanti.Paracalon pemimpin kota sat ini sedang gencr gencarnya menlakukan kampanye, dan sosialisasi pada masyarakat kota agar memilih merka di pemilihan nanti, dsambil mengumbar janji dan rancangan serta iming iming bagi masyarakat kota jika mereka terpilih nantinya. tak jarang juga merka tuun ke jalan berarak di jalan jalan besar ibu kota, sampai mereka malah membuat kenacetan dengan cara mereka itu. hal yang aneh yaaa?

     Melihat Ria yang seakan panik mengingat waktunya takkan cukup, dan sampai di kampus tepat waktu, lalu ia menawarkan mengantar ria menuju kampusnya yang kebeulan searah dengan dia yang menujuh pulang.
setlah setuju Ria pun mengikuti saran dari Rein merekapun bersama menaiki motor menuju kampusnya, sambil berharap dengan pilihannya itu dia bisa sampai tepat waktu di kampusnya.

      Waktu nenujukkan pukul 13.45 ketika ria sampai di depan kampusnya, ia sampai lima belas menit lebih awal dari waktu masuk kuliahnya, dan dengan perasaan senag ia kemudian turun dari motor dan mengucapkan terimakasih pada Rein yang telah  menolongnya kini.

Maksi banyak ya kak... saya pasti terlambat kalau tidak dibonceng oleh kaka. sekalilagi makasi kak.

     Kemudian membalikkan badan masuk kedalam kampusnya setelah elambaikan tangan pada Rein`
namun hanya teppaku melihat perempuan yang baru ia kenal naik keatas motornya dan kini ia turun dari motornya lagi dan sebentar lagi akan terbenam di balik tembok kampusnya, rein seoalah ollah terpaku menatap gadis cantik itu berlalu dari pandangannya kini.

      Beberpa saat Rein terpaku di sana, kemudian tersadar ketika ria benar benar lenyap di balik tembok kampusnya. kemudian rein mngendarai motornya ke arah rumahnya yang tak jauh lagi dari gerbang kampus itu, Rein kuliah di salah satu akademi maritim  di kota makssar ini dan Ria kuliah di salah satu universitas swasta di kota yang sama.

     Setelah perkenalan mereka yang singkat itu, hubungan mereka semakin hari semakin membaik, bahkan mereka sangat akrab satu dngan yang lain.
rumah Rein yang berada tak jauh dari kampus Ria memudahkan mereka untuk bertemu setiap hari, mereka berteman begitu dekat kini, bahkan di selah selah kuliahnya , Ria yang kadang memiliki waktu luang kadang berkunjung ke rumah Rein dan ia juga mulai akrab dengan teman teman sekamar Rein bahkan mereak kini sangat akrab.

     Namun suatu ketika setelah selesai jam kuliah Ria memutskan berkunjug ke rumah Rein, sesampainya di sana seperti biasanya, mereka saling bercanda dan melakukan kegiatan kegiatan seperti layaknya seorang teman yang bertamu ke rumah. biasa saja. hingga sampai pada sore hari teman Rein yang bernama Ery datang juga ke rumah Rein, Ia kemudian berkenlan dengan Ria, mereka kemudian ngobrol banyak saat itu dan sampai lupa waku sudah hampir malam, saking asiknya mereka bercanda dan mengobrol panjang lebar.

     Kemudian Ria meminta Rein mengantarkannya pulang, karena hari uuga sudah malam dan tidak enak jika seorang teman perempuan naik angkutan umum sendirian malam malam, maka Rein mengantarkannya pulang.

    Di awal ereka berangkat Rein santai santai saja, motornya dipacu dibawa kecepatan rata rata, itu juga ia lakukan setiap ia mengantar ria pulng sekaligus mengambil waktu untuk ngobrol dengan Ria yang akhir akhir ini membuat peasaannya begitu berbunga bung, bahkan ia mulai menyimpan perasaan khusus padanya kini, Rein menyukai, Ria, ia mengaguminya.

     Maka sampailah mereka pada lorong menuju rumah Ria, lorong itu jalannannya berlubang, kerikil bertebaran kesana kemari dan membuat para pengendara motor maupun mobil harus berhati hati dan memicu kendaraan mereka dengan kecepatan rendah.

kak Rein..! yang tadi itu teman kak Rein ya?
saat itu Ria menayakan teman Rein yang tadi datang dirumahnya

Ya dia Ery teman baikku! kenapa memang? selidik Rein
 ah tidak kak, teman kakak bai juga ya...! ucap Ria mengagumi Ery
ooooo.....! jawab Rein datar.

Kak Ery sudah punya pacar belum kak? Ria kembali bertanya, dan pertanyaannya kini mengusik perasaan Rein yang diam diam memendam perasaan pada Ria.

Belum kayaknya ! jawab Rein jujur, namun hatinya tak iklas melkukan hal itu, sehingga membuatnya menerka nerka dalam hati.
Apakah Ria suka pada Ery ?

 Sampaikan Salamku sam dia ya kak! suara Ria kini dari belakang terdengar  jelas dan membuat telinga Rein seakan terbakar dengan permintaaan salam itu, ia sangat kecewa pada Ria,

Ia nanti sa sampaikan! jawab Rein seadanya.

Laju motor yang tadinya dibawa rata rata bahkan sangat lambat menyusuri lorong jalan kini berubah menjadi lebih cepat seiring bertambah kecewanya Rein pada perempun yang ada di belakangnya kini.
Ia mengendari motornya seakan penjual ikan yang takut ikannya kan bususk dan taklaku nantinya untuk di jual. dan Ria yang di belakang sempat memintanya memperlambatnya dan mengeluh padanya namun ia tak hiraukan lagi.
sepanjang jalan berlubang itu ia memacu motornya dengan cepa sambil bergumam dalam hati, haaa..... selama ini saya yang berussaha mendekatimu, setelah kau datang dan berkenalan padaku danternyaa kau hanya suka pada teman baikku. kau malu mendekatinya kemudian mencoba berkenalan dengan aku untuk mendekatinya.

sungguh itu sangat tak dapat rein terimah dengan lapang dada, dia sangat kecewa.

TAMAT..........

cerita ini saya tulis dari kisah teman saya yang kebetulan curhat dengan kami teman temannya yang lain.

tokoh dalam cerita di atas bukan nama yang sebenarnya, sengaja di saarkan demi privasi masing masing, serta pertemanan kami kedepannya.

ceritanya sangat lucu loh kalau didengarkan langsung dari orang yang sebenarnya, namun mungkin oleh saya malah jadi sebuah cerita yang berakhir dengan kekecewaan dan sakit hati. tapi sebenarnya teman saya baik baik saja kok. dia juga kini sudah iklas

buat temanku yang tak disebutkan namanya, terimakasih sudah memberikan ijin untuk menuliskan kisa ini menjadi sebuah cerpen

Friday, March 17, 2017

MOTIVASI



Masi bertanya ?
Hahaaa.... itu memang penting dalam prosesnya kita sebagai manusia...!
Terkadang proses yg kita lalui takkan sejalan dengan polah pikir kita , bahkan akan sangat melelahkan kita bagi tubuh kita!
Akan tetapi itulah proses yang kita harus lalui.... kesabaran dan ketekunanlah yg sangat dibutuhkan dalam sebuah proses!
Suatu saat aku berharap proses apapun yang akan dilalui kedepannya itu akan membuat hal yg lebih baik lagi bagi diri dan orang lain...!

MOTIVASI


Tak berwujud dan terhingga dalam bentuk apapun yang terjadi,terkadang hinggap lalu pergi lagi. 
Sepenggal hidup akan selalu begitu ada yang baru dan ada yang lama, ada yang pergi dan ada yang datang, ada hujan dan ada kemarau, ada dingin dan ada panas semua silih berganti hingga kita tak mampu mengikuti jejaknya yang sekan selalu menggiring kita pada sebuah pusaran yang kemudian menelan kita pada suatu saat , namun kita pasti sadar hal itu tentu akan terjadi, ada saat kita dilahirkan dan akan ada saat kita akan berpulang, semua akan terjadi entah kapan pusaran itu akan menelan kita itu takkan pernah kita tau , maka akan lebih indah jika kita menghadapi hal yang Tak mungkin kita lawan dengan segala senyum dan semangat yang tetap penuh.

MOTIVASI






Banyak hal yang ingin kita lakukan, dan terkadang juga kita sudah memulainya, 


namun di tengah perjalanan semangat kita malah menurun dan seakan lelah sendiri dengan hal itu.
Mari lanjutkan apa yang telah kita mulai, dan katakan tidak untuk menyerah pada saat keberhasilan mulai berada di depan

CERPEN

     
KETULUSAN HATI , CINTA YANG SEJATI


 Suatu ketika seorang pemudah memutuskan untuk pergi mncari kehidupan baru,
ia kemudian pergi ke negri orang, merantau dan menempuh hidup baru di tempat tujuannya.ia kemudian meminta restu kepada orang tuahnya, kemudian ia berangkat merantau di negri orang`

       Ia kemudian berjalan melewati banyak negri. berjalan jauh melintasi bagai macam kehidupan cobaan bahkan godaan . dan sampailah ia pada sebuah negri yang begitu banyak orang yang sangat ramah dan baik hati dan takmemandang latar belakang seseorang, ia kmudian sangat tertarik dan menetap disana.

        Dia kemudian memutuskan menuntut ilmu pada sebuah perguruan di tepat itu, setiap hari belajar dan menuntut ilmu disana, dan pada sustu ketika ia berjalan menuju tempat ia menuntut ilmu, lalu ia bertemu dengan seorang gadis, parasnya sangat teduh dan begitu menyenangkan. gadis yang sangat cantik menurutnya.

       Kemudian merka berkenalan dan berteman.seiring berjalannya waktu mereka semakin akrab dan tak sungkan lagi bertegur sapa ketika bertemu bahkan sangat  dekat sehingga orang yang baru saja melihat tingkah merka akan menyangkah bahwa mereka memiliki perasaan yag berbedah.

       Namun nadin memiliki pikiran yang sangat sederhana terhadap hubungan pertemanan atara dirinya dengan dony, dia mengangap hubungan mereka hanya sebatas berteman saja, dan dia sangat menghargai dony sebangai sahabatnya sebagai seorang yang sangat baik dan perhatian padanya.
dan dia pun selalu memposisikan dirinya secara wajar dalam berteman dengan dony.
     
      Dony memiliki banyak teman laki laki baik itu di perguruannya, dan juga di dalam masyarakat, ia dikenal banyak orang dalam masyarakat dikarenakan ia sangat pandai bergaul dan begitu santun kepada semua orang yang dia jumpai.etikat baiknya lah itu juga yang membuat orang orang segan dan hormat padanya.

     suatu ketika dony mengadakan acara ulang tahun di rumah yang ia tempati tinggal dan mengundang semua teman temannya, diundangnya juga nadin datang pada acaranya itu. acara harinya sangat meriah, mereka bersenang senag semalaman suntuk, namun ketika subuh datang nadin meminta dony engantarnya pulang.

dalam perjalanan pulang mereka bercerita panjang lebbar, tentang pengalaman merka masing masing.
dony menceritakan pengalamannya hingga bisa sampai pada, daerah dimana ia berada sekarang. sampailah mereka pada topik dimana mereka membicarakan perasaan masing masing, nadin kemudian menayakan seorang sahabat dony, nadin kemudian mengutarakan kekagumannya padateman dony itu.

namun dony ternyata juga diam diam menyimpan perasaan pada nadin selama ini, dony juga sangat mngagumi nadinbahkan sampai saat itu ia sangat mencintai nadin dengan tulus, namun dia selama ini tak ingin merusak persahabataannya degan nadin dan dia menyimpan dalam daalam perasaan itu didalam hatinya. sepanjang perjalanan dony memacu motornya dengan kecpatan yang tak wajar, dan akhirnya mereka sampai di rumah nadin. dengan perasaan seribu kecewa dony kembali dari rumah nadin tanpa sepata kata pun dikarenakan kekecewaannya pada nadin yag tak membalas perasaannya selma ini.


pada saat itu nadin tidak tahu tentang perasaan dony padanya, dia hanya menganggap dony sebagai teman akrabnya. nadin takpernah punya prasaan khusus pada dony. namun tingkah dony setelah kejadian semaalam sangat berubah dan tak seperti dahulu lagi, hingga seuatu ketika dony tau bahwa kini nadin kini pacaran sengan sahabatnya itu, perasan dony sangat terpukul dan iasangat putus asah dengan berita itu.

dony kini tak menghiraukan lagi nadin, biarun nadin masih perhatian padanya namun doni menjaga jarak denganya, dony takmau lagi merespon perhatian dari nadin bahkan telfon dan sms dari nadin. spertiya ia membiarkan kekecewaan membelenggu hatinya dan  justru membuatnya mulai membenci nadin.

hingga suatu hari ia mendengar kabar bahwa nadin sakit dan  penyakitnya sangat perah, ia di fonis penyaki yang mematikan. dony kembali terpukul dan sangat menyesali pbuatan dan tindakannya kepada nadin. ia sangat terpukul dengan perasaan bersalahnya kini.

dengan penyesalan itu ia menuju rumah sakit tempat ndin di rawa, sesampainya di sana ia melihat nadin tergolek lemah di atas ranjang perawatan, 
nadin mengetahui kedatangan dony saat itu, nadin yang tergolek lemah memandangnya dengan mata berkaca kaca.
dony bergerak mendekati nadin, ia berada di samping tempat tidur nadin dan kini nadin meraih tangannya yang gemetaran dengan usaha yang sekian berat nadin akhirnya bisa meraih tangan dony dan ia mulai berkata`

kau begitu baik bagiku, aku tak sanggup melihatmu kecewa dan hancur seperti ini.
aku juga takut menyakiti hatimu, aku sangat menakutkan segala hal yang dapat membuatmu kecewa. aku tau dengan keadaan ku saat ini kau takkan bahagia denganku, jika kita bersama, kita tidak akan bersama dony. walaupun sebesr apapun perasaan yang aku miliki padamu itu takkan sanggup untuk menggatikan penyesalanku jika membiarkanmu berharap pada diriku yang sisa hidupnya tinggal menghitung hari kini.

nadin dengan suara terbata bata mengungkapkan erasaannya tang sesungguhnya kepada donny. dia sebenrnya menyukai donny sejak mereka pertama mereka bertemu, namun karena penyakit ya g ia derita itu ia membunuh perasaannya kepada dony, dan mecoba membatasi diri dengan hanya berteman dengannya. namun perasaan itu mala semakin hari semakin bertumbuh bahkan tak bisa ia atasi lagi, dan akhirnya pada saat mereka pulang dari pesta ulngtahun dony di malam itu ia menemukan cara untuk menjauhkan dony darinya, ya itu ia mencoba mendekati di dan menyatakan kekagmannya padasahabat donny. ;bahkan ia encoba menipu dony dengan membuat dirinya dan sahabatnya pacarn, padahal itu ia telah rencanakan setelah menceritakan tentang dirinya pada teman dony itu. mereka kemudian sepakat untuk menyusun rencana agar dony bisa melupakan prasananya pada nadin.

dengan rencana itu nadin berharapitu akn memudahkan dony melupakannya kelak jika ia pergi, namun perasaan takkan bisa di bohongi sampai kapan pun ketulusan takkan bisa dikalahkan oleh kebohongan.

setelah menjelaskan itu nadin kemudian perlahan menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang, dimana tangannya masih tergenggam dengan erat oleh dony yang kini mulai meneteskan air mata.


TAMAT.......