PUISI NOVEL CERPEN

Saturday, April 08, 2017

PETUALANGAN RANGGA

#episode 4

sekelebat bayangan yang muncul dari dalam semak semak itu membuat bulu kuduknya meinding, Bayangan yang kemudian samar kembali hilang dibalik kabut daan semak semak yang mengelilingi punggung puncak itu seakan mencekik lehernya kemudian memaksanya ntuk diam. kali ini pandangan dan pikirannya terfokus pada asal bayangan itu.

dengan rasa penasaran akan bayangan itu Rangga mendekat kemudian mencoba mencari kejelasan akan apa yang ia lihat itu, bayangan yang membuatnya penasaran itu menghilang di balik semak semak, yang tak lama kemudian terdengar surara minta tolong yang kedengaranya sangat samar dari balik semak di hadapannya kini. semak semak yang membatasi punggung tebing dengan puncak terlihat lebat namun masi cukup untuk menghilangkan pemandangan yang curam dari balik tebing curam itu. jika tak ada semak semak di sana maka akan nampak jurang yang dalam yang mungkin saja akan merenggut nyawa orang yang terperosot di dalamnya.

jurang yang sangat dalam itu tersamarkan oleh semak semak yang tumbuh di sekitarnya, seolah olah jebakan alam yang siap menjadi perangkap bagi orang yang teledor atau tanpa sengaja jatuh ke dalamnya, 

suara itu berasal dari dalam semak semak yang tumbuh pada jurang tersebut, namun suara itu terdengar sangat samar oleh karena tiupan angin yang sangat kencang di atas sini, namun Rangga tau bahwa suara itu memang ada dan ia memastikan bahwa suara itu benar benar suara yang meminta pertolongan.

Rangga berlari kecil e arah semak semak dimana bayangan dan suara itu muncul, namun di sana ia tidak mendapati seorang pun yang meminta tolong. Rangga kemudian berteriak untuk memastikan suara minta tolong itu, dan oleh karena suaranya cukup keras akhirnya kemudian terdengar kembali suara seorang lelaki yang juga setengah berteriak ataupun ia memanga berteriak namun karena terpaan angin yang membuat suaranya seolah terdengar sangat lemah. kami di sini........!
suara itu terdengar untuk yang ke dua kalinya setelah teriakan Rangga tadi.

Rangga kemudian menyeruak masuk kedalam semak semak, menuruni punggug tebing dengan hati hati, sambil tangannya memegang beberapa semak semak untuk mempertahankan dirinya agar tak terperosok dan jatuh kedalam jurang itu. ia kemudian mencari dimana orang yang meminta pertolongan itu, segerah mngkin rangga menyusuri sela di balik semak semak itu. Hanya beberapa saat kemudian nampak di depannya seorang lelaki yang tengah memengangi tubuh seorang perempuan yang terkulai lemah, dia tampak sangat lemah dan sang laki laki kini tidak sanggup untuk membopongnya keluar dari dalam sana.

Rangga bergegas ke tempat dimana mereka saling merangkul, tampak wajah lakilaki itu sangat gelisa dan begitu pasrah dengan keadaan mereka sat ini. kemudian rangga menarik jaket yang ia kenahkan lalu mengenakannya pada perempuan yang terkulai lemas, rangga sangat tau kobdisi mereka sekarang, mereka sudah sangat putus asah, degan sigap setelah memasangkan jaket yang ia berikan padanya kemudian rangga menarik badan sang perempuan dari pangkuan temannya itu kemudian ia meetakkannya di atas punggungnya dan kemudian dengan sekuat tenaga yang ia mencobah melangkahkan kaki satu demi satu membelah cela celah semak dimana mereka terperosok. dari belakang rangga lelaki itu menyusulnya tanpa ia perintah. sepertinya ia sangat tau bahwa saat ini mereka akan selamat saat ini.

rangga tak memperdulikan keadaan sekitarnya lagi sekarang , ia kini menuruni tebiing itu dengan perlahan, saat ini rangga mencoba untuk menggendong perempuan itu dengan hati hati, kemudin akhirnya dengan susah payah akhirnya rangga kini telah menggapai tenda mereka.

#CERITANYA AKAN DATANG SETIAP HARI
 

Monday, April 03, 2017

PETUALANGAN RANGGA

#episode 3

tepat pukul 14.30saat Rangga kembali dari sumber air, mengsi setiap botol minum yang ia gunakan untuk menampung air persiapan minum dan masak nantinya.
lokasi sekitar tendah terlihat tak berubah, pemilik tenda sebelah juga belum tampak, mungkin mereka berada di puncak pikir rangga.
rangga kemudian memutuskan memasak makan siangnya, kali ini ia mengeluarkan botol berisi tempe setengah matang yang sudah ia siapkan sebelum berangkat, dan dikeluarkan kantong plastik hitam yang berisi beras yang akan ia masak untuk mengembalikan tenagahnnya yang sudah hampir terkuras habis selama perjalanan. peralatan masak yang sudah siap dan kemudian memasak air dengan cangkir stenless teel yang sekaligus ia gunakan sebaga cangkir untuk minum kopi. yang pertama dibuatnya adalah koi kemudian masak nasi kemudian memasak tempe sampai benar benar matang. yang di masak kini di perirkan cukup untuk satu kali makan saja, itu juga sebagai perhitungan agar makanan nantinya tidak terbuang jika tidak di habiskan.

setelah kopi telah masak dilanjutkan memasak nasi dan berikut tempe sambil menikmati kopi hangat yang cukup untuk menaikkan suhu badan dalam suasana dingin di atas ketinggian seperti ini. 2800 MDPL ketinggian yang cukup untuk membuat suasana dingin saat ini. sesekali megecek masakannya rangga mencoba membarinkan badan di atas matras yang ia bentangkan di uar tenda, dengan balutan jaket yang tebal itu membuat tubuhnya tetap hangat dari seluuh terpaan angin yang bertiup sangat dingin di sekitar lembah datar ini.

sejauh mata memandang hanya ada pemandangan hutan yang hijau dan berbatasan langsung dengan langit dan awan yang begitu erkabut seolah olah akan menelanya. rangga mencobah menggenggam badannya dengan kedua lengannya seolah memeluk diri sendiri, mencari kehanngatan di dalammnya.kehangatan yang ia cari ataupun coba ia ciptakan sendiri dari dlam tubuhnya yang sudah lelah itu.
 setelah makanan siap begitu pun dengan kopi hangat yang telah habis ia seruput kemudian rangga melanjutkan makan siang dan membereskan kembali perlengkapannya. sekarang ia akan melanjutkan misinya yang berikut. misi yang dari awal ia rencanakan dengan harapan cuaca dan alam menyetujuinya dengan baik. ia ingin menikmati matahari tenggelam kali ini di atas pucak sampai matahari itu benar benar menghilang dri pandangan, melanjutkan puisi puisinya yang selalu membuat hatnya tenag jika mencurahkan semuanya didalam puisinya. puisi yang selama ini menjadi satu satunya teman yang pas untuknya mencurahkan segala bentuk keceriaan, kesenangan, serta kesedihan yang ia alami. apapun yang ia alami dalam hidup akan ia goreskan menjadi sebuah kata kata dan menjadi satu kesatuan syair yang hanya dia yang bisa mengetahui artinya. menurutnya puisi itu adalah sebuah media yang sangat rahasia dan sangat bisa untuk menjadi curahan hati, itu karena puisi hanya dapat diartikan oleh penulis sendiri. ya memang jika orang lain bisa saja membaca dan menebak nebak arti dan maknanya namun takkan memahaminya secara utuh seperti seorang penulis itu sendiri.

puisi puisi rangga selama ini tak pernah ia publikasikan bahkan takseorang pun ia biarkan untuk membacanya, dalam semua karyanya itu hanya ia tuangkan dalam sebuah buku dan samai saat ini buku buku itu semakin bertambah dan disimpannya dalam sebuah kotak yang keudian dia kuci rapat rapat dalam kamarnya. rangga memang menulis puisi jika ia memiliki kesempata bahkan sebelum tidur saja ia akan mencobah menorehkan tulisannya jika ia memiliki sebua perasaan yang akan ia ceritakan. puisi yang sepertinya bukan sekedar puisi namun sebuah ganbaran kehidupanya selama ini,

pernah ia membuka semua buku buku puisinya dan membaca satu perstu yang ia tulis semenjak ia duduk di bangu smp dan sampai kini rutinitasta it tak pernah hilang bahkan itu sudah menjadi kebiasaannya. saat membacanya satu persatu rangga kadang tertawa sendiri bahkan tertawa ngakak ketika kembali membayangkan momen dimana ia menulis puisinya itu, banyak yang ia lalui dalam hidupnya, bahkan ada beberapa lembar puisi yang sangat menyentu hati yang ia tulis ketika sang ayah meninggalkannya untuk selamanya. kehidupan yang ia lalui seakan akan seperti sebuah film yang diputar ulang dalam pikirannya jika kembali membaca puisi puisinya.

rangga kini melirik jam tangannya yang meleket kuat di pergelangan tangannya, jam tangan yang telah menemani petualangannya sejak tuju tahun yang lalau, sungguh jam tangan yang kuat. jam tangan karet yang hanya menunjukkan waktu itu selalu berada pada pergelangan tangannya kemanpun ia pergi dan itu akan serasa aneh jika ia melirik pergelangannya dan tak menemukannya ada di sana.pukul 16.30. sekarang saatnya merangkat, peralatan yang ia bawa hanya sebotol air minum dan beberapa bungkus makanan ringan serta tak lupa ia masukkan dalam saku jaketnya yaitu buku kecil yang tebalnya sekitar lima sentimeter terbungkus kulit yang sangat kooh, di sanalah sang maha karya ia selalu ciptakan sepanjang perjalanan hidupnya.

rangga mulai melangkahkan kakinya menuju puncak, jarak puncak dari tempatnya berada kini yaitu sekitar 500 meter lagi, jarak yang lumayan akan memakan waktu lagi, ditambah dengan kondisi jalan yang lebih menanjak dan suhu udara yang semakin dingin akan menambah beban percaya diri. namun semangat rangga tak pernah pudar dan slalu berkecamuk dalam dirinya untuk mencapai tujuannya  kini.

langkahnya ia percepat takmau kehilangan momen diatas puncak yang jika terlambat seper sekian menit saja akan mengurangi keindahan yang ia cari, suasana kabut perlahan mulai menghilang itu dikarenakan matahari di puncak lebih terik dibanding dibalik tebing tempat ia mendirikan tenda tadi. disana memang sebuah daerah yang datar dan lebig terlindung dari sinar matahari soreh, namun disana adalah temat yang angat aman untuk mendirikan tenda dan menghindari badai yang bisaya datang saat malam hari. badai itu biasanya akan menerbangkan semua yang ia lalui ketika datang. hal inilah yang paling ditakutkan oleh semua pendaki yang ingin datang dan menikmati suasana puncak gunung ini.

ah...... ini suasanya dan waktu yang pas ! gumam rangga saat mendongakkan kepalanya ketika tepat pada sisi tebing yang ia naiki. jalana dari bawah sana cukup vertikal, cukup membuat kita harus tetap fokus dengan jalan dan berusaha tak tergoda dulu dengan peamandangan sekitar yang kemudian akan indah ketika kita sampai diatas puncaknya. suasana puncak kini begitu tenag dan sangat damai, dengan terpaan angin kencang dari segala arah saling bertautan bagaikan memperebutkan dirinya yang saat ini berada di hadapan mereka. rangga menuju sisi kiri puncak dimana sebuah batu yang nampak berwarna abu abu terlihat kokoh. batu yang tepat untuk berlindung dari tepaan angin kemudian menikmati seluruh mahakarya Tuhan yang ia berikan pada manusia namun tak semua dari mereka dapat menikmatinya.

rangga kini memandang seluruh yang ada di depannya, ia takkan mau menyia nyiakan kesempatan yang dengan susah paya ia gapai ini. semua ia ingin rekam dalam ingatanya, dengan seperti ini semua yang ia lihat akan mampu ia ingat dalam beberapa tahun kedepan dan kemudian dapat ia perbaharui disaat ia punya kesempatan lagi. harapan yang masih sama ketika ia pertama kali menginjakkan kaki di atas puncak ini, tak ada yang berbeda dengan caranya kini, ia selalu kagum atas semua kadaan yang ia hadapi kini, namun yang berbedah saat dia pertama datang di tempat ini dengan saat ii yaitu tak ada orang yang menemaninya kini, sedangkan dulu ia datang bersama temannya. mereka sebelumnya datang beberapa orang dan kemudian setelah dari sini ragga kemudian mengambil arah petualangannya sendiri yaitu sendiri, seperti saat ini tak ada orang yang menemaninya, itu membuatnya bebas melakukan apapun yang ia inginkan bahkan takperlu menunggu semua temannya tertidur kemudian menorehkan tulisan puisinya, sekarang ia bebas menuis setiap puisi puisinya diana saja.

rangga mencoba berteriak beberapa kali untuk melepaskan letih yang membalut hatinya. dia sadar btul akan hal ini, dia sangat membutuhkannya untuk menyeimbangkan suasana hatinya dengan alam sekitar, namun untuk melakukan hal itu juga ngat membutuhkan keahlian khusus yaitu keinginan. untuk memiliki bakat ii kita perlu melepaskan segala beban entah itu dari hati pikiran serta perasaan yang kita miliki kealam teriakan kita, dalam artian kita harus melepaskan segla beban yang kita miliki bersama suara teriakan kita. hal ini susah susah gampang untuk di lakukan , tergantung dari cara kita melihat dan memaknai kebebasan itu sndiri.

kali ini dengan teriakannya rangga dikagetkan dengan bayangan yang nampak seperti banyangan seseorang yang muncul dari balik semak yang diselimuti kabut,....

#KELANJUTANNYA AKAN DATANG SETIAP HARI

HOMILI

YOH.11;1-45
 Selamat malam teman teman semua yang sama sama dikasihi Tuhan, pada malam hari ini kita berkumpul kembali dan telah sama sama mendengarkan firman Tuhan kita. Dalambacaan kita kali ini bercerita tentang seorang sahabat Tuhan Yesus yang telah mati kemudian bangkit kembali ketika Tuhan yesus memanggilnya.
Banyak yang di uji dalam hal ini seperti Marta dan Maria saudara Lazarus yang memohon bahkan menyesalkan kematian saudarahnya, ketika Yesus tidak bersama mereka, namun Tuhan Yesus menanyakan iman kepercayaan mereka terhadap Tuhan. Namun mereka mengakui kebesaran Tuhan dan segala kuasa yang dimilikiNya. Marta dalam ayat 27 “ya Tuhan aku percaya Engkaulah Mesias, anak Allah dia yang akan datang ke dalam dunia, kepercayaan Mara itu adalah sebuah ketidk raguan kepada  Tuhan Yesus, yang menyatakan diri padanya`
Pada kematian lazarus teman yang sudah dianggap saudara serta kerabat yang sngt dikasihi oleh Yesus, Tuhan membuktikan kepada kita bahwa siapapun yang percaya pada Tuhan mellui anakNya yaitu Yesus Kristus takkan pernah mati, dan akan dibangkitkan sebagai mana janjiNya kepada kita sebelum ia naik ke surga.
Teman teman yang sama sama dikasihi dalam Tuhan, mari kita menghilangkan segala keraguan akan iman dan selalu percaya kepada Tuhan kita, Dialah sumber segala keselamatan dan segala kekuatan, takkan ada yang mustahil bagi Tuhan sekalipun itu adalah sebuah kematian.
Teman teman yang sama sama berbahagia,Dibalik kepercayaan yang selalu kita pegang dan selalu perjuangkan selama kita memijakkan kaki di bumi ini kita memang mengalami banyak cobaan bahkan godaan yang akan selalu membawa kita pada dosa dan dosa juga akan menyeret kita pada kematian. Namun sebagai orang yang selalu memegang kuat iman kita kepada juru selamat kita yaitu Yesus Kristus,  dialah terang pada gelap, dialah kebangkitan dan hidup bagi semua orang yang percaya kepadanya. Dan takkan satu pun dari kita yang percaya padanya akan mati selama lamanya .
Teman teman sekalian kepercayaan kitaa akan Kristus Yesus adalah sumber keselamatan,   maka marilah kita selalu memegang teguh iman kita kepadaNya. Semoga demikian .Amin








Santo pelindung :
RIANTO BIDANG TA”BI (06.06.1993)
SANTO ANTONIUS DARI PADUA
Santo Antonius dari Padua, juga divenerasikan sebagai Antonius dari Lisboa, terutama di Portugal (lahir 15 Agustus 1195 – meninggal 13 Juni 1231 pada umur 35 tahun) adalah seorang santo Katolik dilahirkan di Lisbon dengan nama Fernando de Bulhões.
Santo antonius pemegang rekor kanonisasi tercepat dalam sejarah; dia diumumkan seorang santo hanya dalam waktu 352 hari setelah kematiannya (Pentakosta, 30 Mei 1232). Hari perayaannya pada tanggal 13 Juni, hari kematiannya, sebuah hari perayaan yang populer dan besar di Lisbon. Santo Anthony adalah santo pelindung Lisbon dan juga pelindung Padua, di mana reliknya tetap setelah kematiannya.
Berbagai mujizat yang dihubungkan dengan namanya membuat nama Antonius terkenal di seluruh dunia. Para penduduk kota Padua mendirikan sebuah basilika yang amat indah untuk mengenang dia.

Santo antonius banyak digambarkan dengan gambar :Memeluk anak anak, Memeluk kitab suci, Sebagai santo permohonan barang barang yang hilang.

Wednesday, March 29, 2017

PETUALANGAN RANGGA

EPISODE 2
#KELANJUTAN AKAN DATANG SETIAP HARI

    Malam semakin larut angin yang bertiup menambah hawa dingin sekeliling tenda, saat itu juga hujan takpernah berhenti menghujam bumi dengan tetesan kecilnya, walaupun jujan yang turun tidak terlau deras namun cukup membuat seluruh pakaian menjadi basa jika mencoba bertahan di sana tanpa mengenakan apapun.
    Datangnya malam kini membuat aku semakin merasa lelah badan seolah menusuk semua otot ototku, hingga membuatku merasa harus mengistitrahatkannya sejenak. rangga memilih masuk ke dalam tenda setelah selesai menyeduh kopi dengan airpanas yang dengan susahpayah dipanaskannya dengan kompor mini yang dia gunakan. air begitu lama mendidih karena dinginnya cuaca dan udarah sekitar, dan akan semakin cepat dingin jika sudah tak berada diatas pemanas lagi. kopi kali ini harus benar benar dimanfaatkan menjadi sumber kehangatan. jika menunggu beberapa menit saja maka air akan segerah dingin dan takan memberikan kehangatan bagi tubuhnya lagi.

     Dalam tenda mencobah dudu dan mendengarkan musik klasik yang menambah keheningan gelap malam diterangi lampu tenda yang tergantung di tengah tengah tenda dan mengeluarkan cahaya sayup sayup seperti tak mampu memecak geapnya malam. rangga menutu mata dan menkmati alunan musik dengan cangkir berisi kopi panas di tangan yang coba ia manfaatkan kehangatannya.

    Alunan lagu semakin mendayu mengajaknya membayangkan setiap nada indah yang terpadu menjadi melody melody indah menyatu menjadi sebuah musik yang melambungkan hati serta menyeretnya kedalam sebuah ruang hayalan kemudian memperlihatkan keindahan yang takkan mampu dijeelaskan dengan kata. nikmat lagu yang ia dengar ditambah dengan sesekali menyeruput kopi panas dalam cangkirnya membuat tubuhnya mulai merasakan peregangan dengan sendirinya.

   Kopi yang sudah habis dengan berakhirnya lagu klasik ciptaan seorang komposer ternama dunia kini membuatnya memalinkan pandangan pada jam tagannya, sudah pukul, 22.34. sudah mulai larut malam sebaiknya beristirahat membaringkan diri di atas karpet tipis yang digunakan sebagai las tidur kini menjadi kasur empuknya. semoga besok tenagahnya pulih kembali seperti sebelumnya,.
-------------------------------------------------------------------------------


     Pagi terlihat masi seperti gelap dari dalam tenda ketika rangga membuka mata dan memandang jam tangannya. pikul 06.45, jam yang tepat jika akan bersiap melanjutkan perjalananke puncak yang masih berjarak kurang lebih epat kilometer. jarak ang lumayan untuk meneluarkan keringat pagi ini, dengan jalanan yang tingkat fertikalnya hampir sembilan puluh derajat akan menguras banyak stamina.
     Keputusan yang tepat bila memilih sarapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan, keudin minum kopi dan lanjutkan perjalanan setelah membereskan tenda yang kemudian memasukkannya dalam ransel, kali ini tak perlu di atur sedemikian rupa lagi, karena akan dibuka juga nanti jika sudah sampai di tempat mendirikan tenda berikut yang berada dekat dengan puncak.

     Rangga sedikit kewalahan mengangkat ranselnya kini, beratnya seolah bertambah 50 kg setelahnya, namun ia berfikir bukan bebannya yang bertambah namun badanya lah yang masih belum pulih sepenuhnya, atau karena tak melakukan peregangan sedikitpun pagi ini, rangga kemudian mengambul posisi jongkok demi mempermudh ia menggendong ranselnya, ranselnya sekejap berada di pundak dan kemudian mencoba berdiri dengan bantuan sebua tongkat yang ia ambil dari ranting pohon yang telah mengering.

     Akhirnya ia bisa berdiri dan kemudian melanjutkan langkahnya perlahan satu persatu langkah ia ayuhkan dan kemudian setelah jaraknya sekitar seratus meter dari awal ia berangkat tadi ia mencoba menambah kecepatannya sebelum mencapai jalan setapak yang begitu fertikal di hadapannya, rangga ingin badannya sudah panas dan takkan keram jika nantinya berjalan mendaki melalui jalan vertikal itu.

     Keringatnya mulai timbul seperti bulir bulir beras yang menyembur keluar dari dalam kulitnya kemudian menyatu dengan yang lain dan mengalir melalui urat wajahnya. keringat yang keluar menandakan tubuhnya sudah melakukan pemanasan dan akan siapdengan tantangan di hadapannya kini.
      Rangga menghela nafas kemudian menariknya dalam dalam agar memenuhi seluru rongga paru prunya, kemudian menahanya seper sekian detik dan menghembuskanya perlahan lahan, mengarahkan pandangan kedepan. tersirat senyum dari raut mukanya tanda dirinya siap mengalahkan rintangannya kini.

      Melangkah perlahan pada bidang fertikal jalan, naik perlahan lahan mengganti kainya kiri dan kanan. jarak yang ia akn tempuh kini masih terisah beberapa kilometer lagi dan ia akan membayarnya dengan kepuasan tersendiri, bayaran yang sebanding dengan perjuangannya.
pemandangan di belakangnya seolah menggoda mata untu menoleh dan kemudian berlama lama di sana, namun itu tidak akan menguntungkan rangga dikarenakan semakin lama ia memandangi kendahan itu maka semakin lelah juga tangannya berpegangan pada tali pengaman yang mmbantunya menaiki tebing itu. perlahan ddengan pasti ia melangkah menarik diri menaiki tebing itu berhati harti menapakkan kaki dan mencari pegangan yang tepat.

     Dengan usahanya yang begitu bertekat dan semangat yang ia miliki perlahan ia menjauh dari dasar tebing dan kemudian menuju tengah tebing yang curam, pemandangan dari atas tebing tetap saja menggoda matanya untuk tetap menikmati pemandangan yang ia hamparkan baginya.
rangga kemudian meyakinkan dirinya dan menguatkan benak hatinya untuk tak tergoda sebelum sampai pada batas tebing yang aman untuknya menikmati pemandangan itu.waktnya. ia mencoba menanamkan dalam dirinya bahwa semua akan indah pada waktu yang tepat namun bukan sekatrang.

      Rangga melanjutkan langahnya yang masih setengah perjalanan diatas tebing fertikal dimana ia berada saat ini, sunggu godaan yang sangat menantang batin hati dan pikiran yang kemudian resikonya jika teergoda akan menguras tenaganya sehingga bisa saja ia takkan mampu melanjutkan perjalannya naik.

      Puncak masih berjarak bebrapa kilometer di atas sana ketiak ia menghelah nafas panjang setelah ia mencapai akhir dari tebing vertikal yang ia panjat utadi, jalan itu adalah satu satunya jalan menuju puncak yang membuat para pendaki menantang diri mereka ketika ingin mencapai puncak. dan tak jarang dari mereka yang akan menyerah dan pulang dengan kehampaan dan seribu rasa penasaran yang ada jika tak mampu mencapai puncak.

       Panyak yang perlu dipahami ketika memutuskan untuk melanjutkan perjalanan atau memilih mundur ketika dihdapkan pada rintangan seerti ini, rintangan ini adalah salah satu penghalang jalan yang tak semua orang bis menembusnya, disana juga keputusan yang tepat harus di ambil dan harus menerapkan standar khuus demi keselamatan diri atau tim secara keseluruhan.

      Dalam mencapai puncak rangga merasa tak perlu buru buru, kali ini cuaca takkan pernah berubah, hujan gerimis takkan pernah berhenti dan mendung takkan pernah berubah, doanya hanyalah semoga di tempat penginaan nanti cuaca masi sama dan tak terjadi badai yang akan memaksanya turun kembali pada perhentian sebelumya.

      Rangga duduk pada teih tebing batu yang terlihat kokoh dan menjulang tinggi diatas seluruh hamparan pemadangan di hadapannya kini, pemandangan yang dari tadi menggoda matanya, sekarang ia dapat menikmati hampara hutan lebat yang sangat hijau, keindahan ciptaan Tuhan diperlihatkan dari atas sana yang kemudian memanjakan setiap mata para penikmat alam.

      Nampak jauh disana hamparan sawa para petani yang sebagian besar sudah mulai mengijau dan sebagian masih kosong sementara dalam proses pembajakan, drisana nampak jelas terlihat keindahan yang sangat sulit di jelaskan, keindahan yang selalu menggoda rangga utu kesekian kalinya datang dan melihat keindahan itu.

      Sebelah kirinya terhampar hitan luas dan begitu hijau tak terbercelah, semua dipenuhi dengan tumbuhan hijau, menampakkan kedasyatan kuasa sang pencipta dalam mengasihi umat manusia. nampak jauh kesan terhanpar padang rumput luas hingga membatasi padangan, nampak pohon pohon berjajar yang terliat memiliki jarak yang sama satu dengan yang lainnya sepertinya itu ditanam dengan tujuan khusus. padang rumput yang sangat luas itu sebenarya bukan rumput namun perkebunan teh dan peternakan milik perusahaaan yang tenama di tempat itu. pemandangan yang tak kalah menakjubkan dibanding pemandangan yang berada di hadapanya.

      Sebelah kananya juga terhamar luas seluruh hutan yang menghijau seperti pemandangan di hadapannya dan juga sebelah kirinya, namun yag berbedah adalah pembatas pandangannya bukan padang rumput ataupun hamparan sawa namun pandagannya dibatasi dengan hamparan laut yang biru. darisana juga nampak sisi kota yang nampak seperti sebuah bagian kecil dari hamparan hijau yang ada, sengguh pemandangan yang sempurna.

       Sebelakangnya terdapat menhir penunjuk, yang menjelaskan dia berada pada ketinggian berapa dari permukaan air laut, menhir itu masih terwat dengan baik berbedah dengan menhir sebelumnya yang beberapa sudutnya telah tiada bahkan seperti telah keropos dan ditmbuhi lumut,  di sekitarnya kini juga berbedah dari jalan yang ia susuri sebelumnya, sekarang tak da lagi  pohon pohom besar yang menjulang tinggi menaunginya, sekitarnya hanya dipenuhi dengan tumbuhan ilalang dan semak belukar yang tebal melebihi tinggi tubuh orang dewasa, di dalamnya terselip beberapa batang pohon kecil yang seolah kerdil dan enggan tumbuh menjulang ke atas.
rangga kemudian melanjutkka perjalanay setelalah puas menatap dan meraup segalah kindahan di hadapannya yang takkan mampu ia habiskan.

      Perjalanan kini masi menantang dan jalanan yang ia akan lalui lebih dari sekkedar jalur vertikal namun bukan tebing, jalan kini dipenuhi dengan batu batu sebesar kepalan tangan yang selalu siap berguling kebawah jika salah dalam memijakkan kaki, dan tentunya akan membuatnya terperosok atau bahkan terguling jatuh kedalam jurang yang entah samai dimana ujungnya.jalur vertikal ini juga diberi tali pengaman yang akan menjadi pengangan para pendaki yang akan melaluinya,

      Sebelum melanjutkan lagkanya pada jalur vertikal ini rangga memasang pengait pada tali pengaman kemudian menghubungkannya dengan tali pengaman yang ia pasang pada tubuhnya,itu untuk menjaganya tetap berada pada jalur dan untuk keselamatannya jika terjadi kesalahan yang setidaknya akan membuatnya selamat. hal ini sahat lah penting utuk diperhatikan.

      Perjalanan menjajaki jalur vertikal ini takterlalu menyuguhkan godaan bagi ata dan disana juga rangga malah susah untuk melihat sekitarnya dikarenakan kabut yang tiba tiba datangdan menyelimutu pandangannya, kanut yang cukup tebal dan membatasi pandangan sekitar yang sekarag tingal kira kira hanya dua sampai tiga meter saja tantangan yang baru kini bertamba, sesekali rangga mengecek ketepatan tali pengaman yang terikat dengan tubuhnya, dan kemudian memperhatikan medan diman ia kan menapakkan kakinya, bebrapa batu mulai berguling kebawa jika tanpa sengaja rangga menyentuhnya dan dia tak lua berteriak kebawa jika satu batu terjun kebawah, itu untuk memperingatkan orang yang jika kebetula berada dalam jalur yang sama di bawahnya, itu teknik stadar yang ia ketahui, untuk keselamatan bersama.

      Sekitar tiga ratus meter medan vertikal itu dia lalui dengan begitu perlahan dan kemudian ia berada pada jalur yang tajam, samping kiti dan kananya adalah jurang, kini dia berada di atas ketinggian yang bukan main lagi di antara dua tebing yan sangat sempit namun dalam, dengan kabut yang seakan semakin lama semakin menebal, beberapa tali pengaman di kiri dan kana  terlihat masih koko dan baru, mingkin saja para pedaki baru saja menggantinya.

       Jalur ini datar dan kemudian sedikit menanjak di ujungnya yang kemudin menyajikan tebing vertikal sekitar sepuluh meter tingginya, yang harus di taklukan lagi dan lagi, perjuangan masih belum sampai di sini, tebing setinggi sepuluh meter itu bukan rintangan terakhir namun tantangan berikut adalah kedua belah tebing yang berjarak dua puluh tiga meter harus ia sebrangi, walaupun disana telah tedapat tali yang kokoh untuk menyebrang namun ini tetap saja akan menatang setiap orang yang akan melewatiya, dalam tebing takperah di ukur dan dasarnya tak nampak dari atas sana, ini terlihat mengerihkan namun juga penuh dengan tantangan.

      Alat dipasang pada tali penyebrangan dan mulai mengikatkan  ransel bawaannya pada tali penyebrangan yang lain, taklupa ia kaitkan tali yang kenudian ia pegang, jarak tali yang satu cukup dengan apain tangan itu sudah dirancang khusus sebelumnya oleh tim pendaki yang datang memasangnya benar benar pekerjaan yang menantang bagi mereka sebelumya. banyak pelajaran yang harus dipelajari tentang gunung ini jika sesekali kita menginginkan untuk menaklukkannya, jiba tekat dan smangat yang kuat dan besar sangat menentukan keberhasilan kita.

      Dengan mudah rangga melalui rintangan ini dan keudian sampai pada sisi lain tebing yang menghamparkan semak semak dan beberapa pohon kecil didalamnya, seperti pada tempat sebelumnya namu semak kali ini lebih kerdil dan tampak  begitu tak subur. sekitar duaratus meter di depannya terdapat sumber air dan sedikit dataran untuk para pendaki mendirikan tenda, ia bergegas menuju ke sana. setelah mendekat kesana sekitar sepuluh meter di depannya ada sebuah tenda berwarna biru bepadu dengan oange terpasang kokog di balik semak yang takbegitu tinggi, namun tak satu orang pun tampak di sekitarnya, rangga mendekatinya lalu kemudian meninjau sekitar mencari keberadaan pemilik tenda namun yang ia dapati hanya dua pasang sendal yang berada di samping tenda.
       Rangga kemudin memandangi sekelilingnya lagi hendak mencari posisi yang tepat mendirikan tendanya. kini rangga berjaalam pada sisi kiri tenda yang tadi kemudian meurunkan ranselnya dan membersihkan batu batu kecil di dekitarnya, itu akan lebih baik jika di singkirkan karena jika emenempatkan tenda diatas batu kecil ini akan mengganjal belakangnya jika tidur nanti.

      Beberapa menit kemudian tenda rangga dengan mudahnya telah beres dan berdiri kokoh, jaraknya dengan tenda tadi sekitar lima meter dan berada tepat di sebelah tebing batu setingi dua meter, tempat tersebut dipilihya agar dapat terlindung dari badai yang beraal dari belakang tebing jika saja cuaca datang lebih buruk dari perkiraan.Di sebelah kiri tebing yang menjulang lebih tinggi dari tebing yang tepat dibelakang tendanya itu terdapat sumber air yang menetes dari dalam batu kemudian mengalir pada beberapa goresan goresan yang kemudian menyatukannya menjadi sebua aliran dan akhirnya cukup mengalir deras pada sebua saluran pipa yang panjangnya sekitar lima belas sentimeter. sumber air inilah satu satunya sumber air yang ada di atas ketinggian ini, di san terpampang beberapa papan peringatan dan apan eratura yang harus dipatuhi agar sumber air itu tetap terjaga dengan baik, seperti dilarang membuang sisa makanan dan sampah apapun di sekitar sumber air, atau dilarang merusak penampungan air dan masih bayak lagi aturan lainya.

# CERITAYA AKAN DATANG SETIAP HARI

Sunday, March 26, 2017

PETUALANGAN RANGGA


PERJALANAN HATI


    Di suatu hari dalam perjalanan petualangan yang mengasyikkan dalam hidupnya seorang pemudah tanggung yang dalam kehidupannya memiliki hobby yang menurutnya sangat menantang segala kehidupan baik fisik maupun hati bahkan jiwanya sebagai seorang pendaki gunung.
Dalam kehidupannya Ia ingin sekali mempelajari makna hidup dan segala kebaikan serta keburukan yang akan ia lalui, dan rasa ingin taunya itulah yang membawa dirinya pada petualangan hati yang begitu menguras tenaga pikiran dan hatinya.hingga dalam suatu perjalanan dirinya menantang batas kemampuan fisik dan batinnya. 

    Pada sore itu rangga terlihat bolak balik keluar masuk ruangan kecil di belakang kampus. diatas puntu ruangan itu jels terpampang tulisan besar sebagai penanda sebuah sekretariat UKM pencinta alam kampusnya. dia adalah anggota tetap dari UKM yang aktif beberapa tahun terakhir, disana ia mendapat banyak pengetahuan tentang kehidupan, organisasi dan teman yang semakin hari semain banyak.
Ngaa.... kamu mau kemana ? tanya seorang teman yang datang kemudian melihatnya sibuk mempersiapkan peralatannya sore itu.
ah ngak kok, besok rencana mau nanjak...! kamu mau ikut ngak? tanya rangga balik.
mau najak di mana ? tanya temannya ingin tau.
yang dekat dekat saja bro...! jawab rangga agak acu.

    Memang dari sebagian anggota UKM dikampusnya, Rangga adalah sala satu dari sekian anggota yang lebih memili sebagai pendki yang selalu pergi sendirian.Ia jika ingin pergi ke suatu tempat akan berjalan sendiri tanpa ditemani seorangpun.

    Memang terlihat seperti egois, atau terlihat menyeramkan jika dipikirkan, namun mereka adalah orang orang yang memiliki pikiran dan keinginan sendiri, bahkan mereka juga bukan pribadi yang egois ataupun anti sosial kok. Jika mendengar cerita langsung dari mereka, sepertinya pikiran seperti itu sangatlah bisa ditepis jauh jauh dari mereka, karena menurut mereka menikmati alam itu akan lebih indah jika sendiri, dan akan lebih mudah mengetahui sampai dimana batasan fisik dan mental yang ia punya. intinya bukan egois ataupun anti sosial.

    Pagi pagi benar Angga bangun kali ini dengan segala rancangan dan jadwal keberangkatan yang ia sudah rancang dengan baik kali ini ia akan berangkat. dengan tas besar di punggung dan peralatan lengkap yang telah ia siapkan dengan baik kemarin sore kini ia gendong.
menuju ke parkiran dan memanaskan motor kesayangannya yang selama ini menemani petualangan hidupnya.

      Udarah segar betiup menyejukkan paru parunya, ia menghirupnya dalam dalam seolah mencari sebuah semangat yang diberikan kesejukan itu. dalam keberangkatannya kali ini ia akn menaklukkan puncak gunung tertunggi di pulau ini untuk ke sekian kalinya. memang ini perjalanan yang kesekian kalinya ke puncak gunung ini, namun ada beberapa hal yang selalu menantangnya untuk kembali dan kembali mnaklukkan sang gunung perkasa itu. 

Rangga memacu sepeda motornya dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan lagu dari handponenya melaui headset. sepanjang perjalanan pepohonan di pinggir jalan mulai menunjukakan kesejukan dan keramahannya, daun daunnya melambai lambai dengan lembut seolah memberikan sambutan padanya. semakin jauh ia memacu kendaraannya semakin ia merasaakan udarah dingin mulai menusuk lapisan kulitnya. udarah dingin itu seakan membelainya dengan kelembutan namun perlahn menusuk masuk kedalm tubuhnya hingga memebekukan hati.
rangga menggetarkan tubuhnya seolah mengibaskan udarah dingin yang menusuknya, namun tak gerakan yang sia sia itu tak mampu membuat tubuhnya menghangat dan hanya memberikan sebuah sugesti untuk melakukan peregangan pada otot otot wajah yang seakn membeku.

      Tatapan rangga kini terganggu oleh awan di langit yang terlihat mengepul seperti berara dan akan tumpah menjadi hujan yang lebat, namun hal itu tidak menyurutkan tekatnya melanjutkan perjalanan kali ini, keinginannya menyambut lahirNya sang penyelamat dalam hidupnya di atas puncak gunung tertinggi di pulau ini sangat bulat dan penuh dengan semangat serta persiapan yang matang yang menambah keyakinnya akan perjalanna kali ini.

ah hanya hujan.... ! gumamnya dalam hati.

     Kini ia berada sekitar limah kilometer lagi dari tempat penitipan motor dan sekaligus pos registrasi bagi pendaki yang akan naik gunung, tetes hujan mulai turun satu persatu menerpah wajah yang terpacu dengan angin segar yang membuat badan semakin dingin, rangga memutuskan berhenti dan mengenakan jas hujan yang sudah ia siapkan. sepertinya perjalanannya kali ini akan ditemani oleh hujan yang takan berhenti begitu cepat. kembali memacu sepeda motornya setelah semuah terlindung dari basahan hujan, dia paham betul bahwa air hujan akan menambah berat perlengkapan yang ia bawa kali ini jika dibiarkan terguyur air hujan tanpa pengaman.

    Lima belas menit telah berlalu dan ia kini beradi pada posko registrasi pengunjung gunung. penjaga pos sangt ramah, menyodorkan buku registrasi pada rangga setelah melihatnya masuk dan menyapanya. 
     Setelah mengisi fom yang ada dalm buku kemudian ia pamit pada petgas setelah meletakkan helm di tempat penitipan dalam pos itu. salah satu syarat jika akan mendaki gunung ini adalah mengisi fom registrasi, itu juga untuk kepentingan dan kebaikan para pendaki itu sendiri, bukan cuma formalitas hehehee...

     Rangga menutup mata kemudian berdoa sebelum melanjutkan langkah kakinya menyusuri jalan setapak menuju puncak gunung kali ini. doa yang sangat singkat, memohon agar perjalannya kali ini di selamatkan dan mendapat banyak makna di baliknya. 
perjalanan dilajutkan dengan berjalan kaki melalui lebtnya hutan pinis kemudian hutan yang dingin dengan jalan setapak, ditemani hujan yang selalu meneteskan semangat bagi rangga dalam melagkahkan kakinya, sala satu keuntungan bagi pendaki jika hujan yaitu tenaga dan badan tidak akan mudah lelah karena badan akan tetap dalam keadaan dingin dan basah, tidak akan panas seperti jika jalan saat tidak turun hujan.

    Langkah demi langkah yang ia ayunkan semakin jauh semakin menantang adrenalin dan seolah olah menggoyakan mental, dan sampai lah ia pada pos pertama, pos yang ditandai degan menhir yang bertuliskan tinggi tempat ia berpijak serang, sekian kilometer diatas permukaan air laut, dan berbagai coretan coretan lain yang mengurangi keindahan menhir yang digoreskan oleh para pendki tak bertanggung jawab.
     Beristirahat sejenak dan mengumpulkan semangat yang tercecer dengan mendakinya jalan setapak yang cuup menguras tenaga sebelumnya, kemudian melanjutkan perjalanan yang akan semakin menantang di depan. jalan setapak yang dikelilingi oleh semak semak dan pohon pohon yang menjulang tinggi di kiri dan kananya.

    Langkahnya semakin melaju kedepan tanpa henti, keringat bercampur air hujan mengalir dari dahi dan menambah basah baju yang ia kenaka, tas ransel yang ia kenakan di punggung kini mulai basah karena air hujan yang mulai merembes masuk dari cela cela pembungkus yang agak longgar.

     Beberapa kilometer kini ia berjalan dan kemudian sampai pada pos pemberhentian berikut.
hamparan pemandangan hutan terlihat jelas di sana, daun daun dari pohon pohon yang menhijau seakan memberikan semangat pada rangga, dingin yang menusuk badan kini perlahan lahan mengurangi lelah yang mulai memuncahkan diri.

     Pukul 12.00 tepat kini ia berada pada pos perhentian berikut dengan perasaan lapar dan perur agak melilit kemudian memutuskan untuk berhenti dan mengeluarkan isi beka yang sebelumnya ia siapkan. bungkusan pertama yang berada paling atas ransel kini ada di hadapannya, kemudin melahapnya dengan cepat dan menenggak botol air yang diselipkan di samping ranselnya.
perutnya kini terisi penuh sebagai penambah tenaga untuk perjalanan yang sangat panjang hari ini, dia merasa makanan yang kali ini sangat nikmat tak kalah dengan sajian restoran berbintang, itu dikarenakan pemandangan di sekitar yang membuat siapapun akan melahap makanan di hadapannya dengan lahap jika berada di tempat seperti sekarang dalam keadaan perut kosong.

      Setelah beristirahat dan memulihkan tenaga, Rangga kembali melajutkan langkahnya, setelah melihat jam tangan kuna di lenagnnya , kemudian memperkiraknan berapa jam lagi kessempatan yang ia miliki agar tak sampai di puncak nantinya dalam keadaan gelap.
masi tersisah waktu sekitar 6 jam kali ini, satu jam untuk  masing masing pos jika semangatnya tak kendor dan tanpa halangan apapun, itulah rancangannya, pos terakhir akan ia tempuh keesokan harinya sekaligus berada pada puncaknya yang tertinngi.

     Perjalanan yang semakin lamah semakin menanjak menibahkan ia pada pos yang ke enam dimana pos tersebut berada pada sisi tebing batu yang sangat curam, angin di sana begitu kencang menggoyahkan posisi siapapun yang mencobah berdiri mendekkati tebing tinggi itu.
rangga mencoba merangkak mendekati sisi tebing setelah meletakkan ranselnya agak jauh darisana.
kemudian ia mengambil posisi duduk di sana, deketika angin kencang menerpah setiap titik anggota tubuhnya, membuatnya menggigil bagaikan masuk dalam rendaman air es.
usuuuuhhhhhh........ suara melegahkan badan keluar dari mulutnya menghelah nafas melegahkan segala lelah di badannya, dalam pikirnya masih ada tiga pos di depannya yang harusnya ia tempuh dengan sisa waktunya kini.

     Setelah beberapa saat duduk disana, kemudian mencoba memecah keheningan hati dengan teriakan yang sangat kencang ia keluarkan dari mulutnya, seolah olah melepaskan beban yang sangat berat yang tekumpul daam hatinya, teriakan ini kemudian membuat hatinya menjadi lebih ringan.
hanya orang yang tak tau cara menikmati alam lah yang tak melakukan hal semacm itu jika berada di tempat seperti itu dalam keadaan sendiri.

    Brteriak bekali kali akan mmbakar semangat danjuga melegahkan hati seseoran, itu adalah salah satu jurus ampuh yangdimiliki seorang pendaki yang berjalan sendiri di tengah hutan lebat seperti ini, sekan akan merindukan keramaian yang ia sengaja tinggalkan jauh dari tempat ia berada kini.

     Rangga meraskan lelah yang sangat memuncah ketika berusha mencapai pos perentian ke delapan, disanalah tempat yang akan begitu menguji akal sehat, nurani , serta tekat dan fisik yng dimilikinya, jalan yang begitu licin dan menuruni lembah yang curam dan kemudian mendapati sungai yang airnya mengalir jernih dan sangat dingin membut kaki sangat keram kemudian lanjut pada pendakian sebagai ujian penentu yang sangat sangat menanjak dan begitu membutuhkan kehati hatian dalam mengambil keputusan akan menapakkan kaki dimana dan kemana berikiutnya.
melangkah lima kali kemudian berhenti dan mencoba mempertahankan diri pada posisi itu juga msih sangat menguras tenaga, tak ada teman tak ada siapa siapa yang menemani kini, jika ia salah dalam mengambil tidakan maka akan langsung memberikan dampak yang buruk pada dirinya sendiri.

      Waktu yang tersisah sekitar satu jam lagi dan ia masih saja berjuang dalam pendakian yang sangat panjang itu, jalan yang begitu vertikal membuatnya harus berpegang pada akar akar poho yang begtu licin karena ditumbuhi lumut. terseok seok namun tetap berusaha teliti dan yang paling utama adalah tetap sadarkan diri kali ini, mengingat jalan yang ia lalui dan yang akan ia tempuh kedepan, 

   Jika berhenti dan menarik nafas dalan kemudian melanjutkan langkah rangga selalu mencoba untuk menuntun dirinya dalam pikiran positif, hanya itu kunci paling utama yang ia miliki ketika fisik mental dan semangat mulai menurun dantak ada hal lain yang bisa dilakukan. erfikir positif akan membuat pikiran dan hatinya selalu fokus dsaan takkan buyar bahkan terperangkap dalamkesunyian hutan yang mencekam kali ini.

     Dengan segala tantangan yang sangat menguras stamina bahkan kini semuanya sudah berada pada batasnya kini seolah olah sedikit terbayar dengan sedikit kepuasan ketika sampai pada pos ke delapan, oh perjuangan yang sangat menguras tenaga rangga membaringkan diri seadanya diatas rumput yang tumbuh di sekitar menhir yang sebagian sudah hancur mungkin karena sudah terlalu tuah dimakan waktu.

     Beberapa saat berbaring di sanan membuat stamina rangga sedikit pulih, namun masi tetap saja loyo dikarenakan fisiknya memang sudah tak mampuh, lain halnya engan semangatnya yang kembali memuncah seakan akan mengembalikan fisiknya yang sudah hampir roboh menjadi kuat kembali.
rangga kemudian berdiri dari tidurnya dan melangkah dengan spontan dan begitu tegas.

      Sedikit lagi....! gumam rangga dalam hati.
hari sudah mulai gelap jam tangannya menunjukkan waktu kurang dai lima belas menit pukul 19.00
pandangan di hadapannya mulai gelap, beberapa kilometer lagi ia akan sampai sesuai rencana. namun tiba tiba saja langkahnya berhenti, kakinya seakan tak terasa lagi, keram dari pangkal paha hingga ujung jari, sepertinya ini takkan bisa digerakkan lagi. 
rangga memutuskan duduk di sebuah batu mereganggkan kainya yang keram, mungkin ototnya akan kaku jika di lanjutkan, kemudian takkan mampu menyelamatkan dirinya berikut.

     Setelah berhenti cukup lama dan malam semakin dalam, akhirnya kakinya mulai terasa kembali ia bisa menggerakkannya, ditambah lagi dengan keputusannya menyalakan api yang dia tempatkan dalam sebuah kaleng bekas rokok yang ia bawa, yang berbahan bakar spritus, ia nyalakan untuk menghangatkan badan.

    Langkahnya kemudian ia lanjutkan, dengan bantuan lampu kepala ia kini menuntunnya menyusuri jalan setapak yang sangat mencekam kini, dengan semk belukat serta pohon pohon yang tak begitu tinggi, dan daun yang tak begitu rimbun, menandakan ia telah berada di atas sekian ratus kilometer diatas permukaan air laut.

    Dengan langkah perlahan dan terseok seok akhirnya membuahkan hasil. kini ia berada pada pos ke sembilan, pos terakhir yang  ia rencanakan akan mendirikan tenda untuk istirahat malam ini, memulihkan kembali tenaga yang telah habis selam perjalanan tadi.

     Rangga memilih mendirikan tenda tak terlalu jauh dari sumber air yang ada di sana, itu juga ia pikirkan untuk memudahkannya mengetahui apakah ia benar benar sendiri di tempat itu atau ada orang lain. dikrenakan sumber air itu adalah satu satunya di tempat itu.

      Setelah selesai dengan urusan membangun tenda, kini rangga melanjutkan persiapan membuat kopi untuk menghangatkan badan, dan sambul menunggu air mendidi, dia memilih memanfaatkan waktunya untuk menganti pakaian setelah membersihkan diri, baju yang ia gunakan selama perjalanan perjalanan tadi bsah degan keringat dan air hujan. itu akan membuatya kedinginan sepanjang malam jika ia tak menggantinya.
       Pakain yang ia bawa memang sudah di persiapkan sedemikian rupa sehingga tak basah biarpun ranselnya terjun kedalam air,  teknik yang ia dapatkan dalam pelatiahan bertahan hidup beberapa tahu lalu dan melekat begitu saja pada dirinya. hati yang sangat jrnih akan membuat pikiran dan hati mengambil langkah yang sama dan selalu berbarengan dalam mengambil keputisan sehingga apa yang dipilih akan sangat tepat. inilah pokok pada prinsip ranggan dalam setiap perjalannanya.

#kelanjutannya akan hadir di hari hari berikut. 

Friday, March 24, 2017

DRAMA

Wanita atau persahabatan

Penokohan/karakter :
Peran utama               : Rozaq
Peran pembantu         : Azni
Peran figuran             : Rudi
                                       Dinia
                                       Aden
                                       Dono
                                      Anggara


Pada satu hari asrama tempat “f” kamar f3 terdengar pembicaraan diselai chanda tawa.

Rudi : eh... Tau tidak saat ini tanggal berapakah ?

Anggara : ada apa loe tanya-tanya tanggal mang ada yang mutlak tah.. ?

Rudi : he... 3x tidak da apa-apa sih cuma’ goe dah nipis nie duit jajan nyaris ludes.

Nyahut abdul...

Azni: saat ini tanggal 21 april yo... Maka dari itu janganlah boros lantas orang itu, terus kalau
Telah gini anda tentu akan pinjam duit lagi yah ma saya...

Rudi : he... He.. Kok tau..

Aden: yah.. Bagaimana tidak akan tau, wong itu telah lantas teradisi anda bila kirimanya

Habis pinjam ke dullah..

Rudi : yah kan tidak ayah gua ubah entar bila telah kiriman, lagian dullah kan uang
Jajannya banyak.

Lantas anggara yang semula tidur bangun ikutan menyahut...

Anggara : yah bila dullah itu kan anaknya juragan bawang lantas enjoy saja kan

Dull.. Tinggal minta saja ma bokap lo tuh.

Azni: yah terima kasih ocehannya...

Serta sekian hari lantas disekolah... Bruk..... ( rozaqtidak sengaja menabrak seorang gadis yang gadis itu nyatanya yaitu dinia)

Dinia: eh anda itu bila jalur liat-liat napa sih.. Tidak punya mata yah..
Serta si rozaqcuma bengong lihat dinialagi marah pada dirinya...

Dinia: hei kak... Kok lantas bengong sih. Mang ada yang lucu tah...

Rozaq: o o o, sorry yah saya tidak sengaja, soalnya saya tadi tergesa-gesa akan ke toilet.
Maaf yah.. Maaf yah....

Dinia: maka dari itu bila jalur liat-liat napa janganlah ngelamun terus entar kesambet setan
Lo.. Kak. Ya telah saya maafkan..

Rozaq: eh btw anda itu nak mana sih... Kok saya baru saat ini simak anda disekolah ? Dinia: oh... Saya anak baru kak di sini pindahan dari smansa jombang.

Rozaq: oh anda anak baru yah di sini kenalin saya rozaqanak xii bhs, anda masuk
Dikelas mana ?

Dinia: oh.. Saya masuk di kelas kali ips. Kak maaf yah tadi marah-marah abiz kakak sih
Pke acara nabrak-nabrak semua. Sorry yah kak

Rozaq: yah tidak ayah. Oh ya nama anda siapa ?

Dinia: namaku diniakak

Rozaq: nama yang cantik sama juga dengan orangnya cantik juga...

Dinia: yeah.. Bila buat bikin orang gr kakak pinter.. Biasa saja dah kak tidak usah
Terlalu berlebih.

Rozaq: bila memang kenyataanya cantik bagaimana ?

Dinia: aduh... Kok lantas panjang gombalnya kak cukup yah soalnya diniaakan masuk
Kelas tidak enak bila dilihat anak-anak yang lain.

Rozaq: ya telah.. Good luck yah...

Dinia: assalamualaikum

Rozaq: walaikumsalam
Serta mereka masuk kedalam kelas tiap-tiap sampai bel pulang berdering mengisyaratkan kbm sudah selesai..

Rozaq: ( tersenyum sendiri didalam kamarnya )

Rozaq: di dalam hati rozaqmenyebutkan “seandainya saya dapat punya pacar layaknya dinia
Alangkah indahnya dunia ini” dibalik seluruh itu nyatanya ada dua pasang mata
Yang tengah mengintip..

Dono : eh... Des rozaqmengapa yah dari kemarin-kemarinnya dia jarang makan serta hanya
Tersenyum sediri serta ngelamun ?

Aden: barangkali dia kerasukan jin kali’atau belajar ekting teater ?

Dono : hah masa saat ini tetap yakin yang begituan, enggak lah barangkali dia lagi
Jatuh cinta kali’. Masak sih orang teater dapat jatuh cinta ?

Aden: adalah kan wong teater juga manusia. Agar tidak penasaran kita tanyakan yuk...

Dono : duar... Ayo mengapa ini kok ngelamun sendirian sembari senyun-senyum ?
Rozaq: ah.. Anda ini kaget-kagetin saya saja. Tidak ada apa-apa kok..

Aden: masak sih..

Rozaq: iya tidak ada apa-apa.

Dono : namun mengapa anda tersenyum sendirian ?lagi jatu cinta yah.....

Rozaq: anda ini bila disuruh neliti orang pinter... Kalu mang iya mengapa ayo ?

Aden: yah tidak ayah, namun raja teater sekolah kita ini jatuh cinta sama siapa yah dod ? ? Dono : sama siapa yah...

Rozaq: eh.. Kok lantas wawancara nih..
Aden: restu.. Cerita mengapa sih ma kami, barang kali kami dapat bantu anda ?

Rozaq: namun janji yah janganlah gosipin saya, soalnya saya sangat anti ma gossip apalagi
Bila hingga kedengngerran virda si-ratu gosip sekolah kita itu...

Dono : yah. ! !. Kita janji gakkan gosipin anda disekolah, mang cewek yang anda cintai
Itu siapa sih..

Rozaq: dia itu anak baru sekolah kita itu lho.. Si diniaitu...

Aden: oh.. Nak pindahan itu..

Rozaq: yah benar, namun saya malu yang akan ngungkapin perasaan ini ?

Dono : malu.. Masak sih anak teater yang telah lantas juara nasional ini malu. Mang
Anda dapat malu juga yah tu.. ( dono serta adentertawa )

Rozaq: yah dipanggung itu gampang pren namun kalu problem hati ke hati itu untuk aku
Amat berat terasa. Berraattt banget.....

Aden: ya telah saya doain saja yah.. Semoga sukses
Serta diketika malam hari di dalam kamar ada 7 anak, ada yang lagi copy paste tugas pr temanya, juga ada yang lagi baca komik.. .

Dono : hei teman-teman seluruh pada tau tidak neh ada berita baru

Azni: berita baru apa

Aden: si-raja teater sekolah kita lagi jatuh hati tuh..
Anggara : wah ama siapa tuh...

Dono : denger-denger sih......... Ama anak baru
Azni: anak baru siapa ?

Aden: diniaitu lho...

Azni: apa ! ! ! Dinia? ? ( muka azniberalih lantas marah )

Azni: eh.. Anda itu tidak tau terima kasih yah.. Udaah saya baik-baikin lantas rekan eh
Jadi akan ngambil orang yang saya sukai....

Rozaq: lho mang anda apanya dia kok lantas sewot begitu

Azni: memanglah saya bukan hanya siapa-siapanya dia namun saya lebih dulu p_d_k_t ama tuh
Anak... Enak saja anda ini..

Rozaq: terus akan anda apa ? ?Mau carok tahh...
( dengan suara tinggi sembari menunjuk-nunjuk muka azni) tanpa banyak bicara si-aznisudah menerkam pipi rozaqserta begitupun sebaliknya namun perkelahian itu bisa dihentikan oleh teman-temannya dengan dipisahkan.

Anggara : lho ini kok lantas bertengkar sih... Dikarenakan wanita kalian lantas gelap mata. Gila apa... Wanita itu banyak janganlah lantas orang bodoh dengan bertengkar kalian ini telah kelas xii semestinya dapat belajar dewasa. Ya telah ayo berdamai. Serta lupakanlah wanita itu, saat ini yang perlu kalian ingat yaitu belajar serta belajar... Supaya kalian lulus ujian kedepannya.

Rozaqserta azniselanjutnya berdamai serta bersahabat kembali.

Thursday, March 23, 2017

CERPEN

AYAH YANG HILANG

Suatu ketika sebuah keluarga yang bahagia, hidup mereka berkecukupan, mereka memiliki banyak harta dan juga perushaan yang sangat besar.Mereka hidup sangat bahagia, setiap hari minggu mereka menyempatkan pergi ke gereja bersama sama, hidup mereka selalu dalam ajaran Tuhan, dan bahkan tidak pernah jauh dari ajaranNya. Pada sutu ketik ayah sebagai kepala keluarga pergi keluar kota untuk mengurus perusahaan cabang mereka yang sedang dalam pengembangan.Sang ayah dalam perjalanannya merencanakan akan kembali ketika akhir pekan untk memyempatkan waktu berkumpul dengan keluarganya seperti biasa, namun saat dalam perjalanan pulangnya, mobilnya tertabrak sebuah mobil kontainer yang membuat rimsek bagian samping mobil yang ia tumpangi. Keluarga yang mendengar kabar itu, sontak kaget dan berduka sangat mendalam, dan dengan segala kemampuan yang mereka miliki mereka berusaha merujuk sang ayah untuk di rawat di rumah sakit yang lebih bagus.

Pada akhirnya sang ayah sembuh dari sakitnya namun kemudin ia tak bisa berjalan seperti semula, karena kakinya telah telah di amputasi, dan kini ia hanya bisa duduk diatas kursi roda. Sang ayah yang dulunya adalah orang yang terpandang dalam masyarakat kini mulai ragu dan merasa malu berinteraksi dengan masyarakat sekitar, hingga ia memilih mengurung diri dalam rumahnya dan tak mau bertemu dengan siapa siapa selain keluarganya.
Hingga pada suatu ketika sang ayah merasa sangat tersiksa dengan segala kedaan yang dia alami, jika ingin melakukan sesuatu ia tak dapat melakukannya sendiri dan harus membutuhkan bantuan orang lain, ia begitu terpukul dan mulai menyalahkan Tuhan atas cabaan yang ia alami.

Kemudian mengirim sebuah permintaan uji coba pada sebuah perusahaan biologi dan menwarkan pada mereka agar meneliti sebuah percobaan yang bisa membuat kakinya kembali.Tentu saja ia sangat mampu mendanai seluruh keuangan dari reset tersebut. ia meekrut beberapa ilmuan terbaik kemudian menjalankan misinya. ia ingin mengembalikan kakinya seperti semula.
Dengan ambisinya itu ia sangat terobsesi bahkan tak sungkan ia melakukan percobaan percobaan pada hewan uji yang kemudian mendapatkan hasil uji yang tak sesuai harapan
karena obsesinya itu dan kesibukan yang sealu ia fokuskan pada penelitiannya ia kemudian tak lagi memperhatikan kehiupannya dan telah melupakan Allah sebagai Tuhan yang memberikan sumber kehidupan itu sendiri, bahkan ia sudah tidak bertemu dan mengobrol lagi dengan keluarganya
Hingga pada suatu ketika sang ayah ini melakukan uji coba pada satu hewan uji dan kemudian masih saja jauh dari apa yang ia harapkan. kembali lagi ia merenung dan semakin terpukul dengan kedaannya. kini ia seperti orang gila bahkan jauh lebih buruk dari itu.
Pada suatu ketika ia sedang sibuk memantau para ahli yang menyiapkan pengujian berikutnya pada hewa uji di dalam laboratoriumnya. ia di datangi oleh seekor simpanse yang digunakan menguji dalam LAB itu, simpanse ini memegang sesuatu di tangannya, dan berjalan merangkak mendekatinya.Setelah begitu dekat, sang ayah kemudian menyadari keberadaan simpanse itu, namun tetap membiarkannya dan mengamati apa yang akan dilakukan simpanse itu.Saat simpanse itu bisa menggapai tangan sang ayah ia kemudin meraihnya dan dengan spontan menuntunnya pada sebuah ruangan tempat dimana simpanse itu di kurung.Sesampainya di kandang, simpanse itu memperlihatkan sesuatu yang ia pegan dan disembunyikannya tadi dan ketika ia melihatnya ternyata itu adalah sebuah kertas yang didlammnya terdapat gambar bunga mawar putih.Simpanse kemudian bergerak menjauh darinya dan kembali kedalam kandangnya, dan saat melihat gambar yang diberikan simpane itu padanya kepalanya yang begitu terobsesi dengan keinginannnya kini terusik dengan makna dari gambar tersebut, kemudian ia mencari arti dari bunga mawar puti,

Setelah mencari dari sekian buku ia kemudian mendapatkan satu penjelasan yang memaknai bunga mawar putih , yaitu hidup baru. kemudian ia merenungkan hal itu
saat merenungkan makna mawarputih itu terlintas dalam benaknya bahwa kehidupan yang ia jalani kini sangat berbeda, mengapa tidak ia mencoba hidup baru. ia kemudian tersadar dari obsesinya selama ini.Saat itu juga ia kembali kerumah dan mendapati keluarganya yang sudah sangat merindukannya selama pencariaannya, keluarga yang takpernah berhenti mendoakan dirinya dan terus berharap sang ayah akn kembali dalam keluarga mereka.
sang ayah memeluk satu persatu keluarganya dan memohon maaf kepada mereka atas apa yang ia lakukan selama ini, dia meneyesali segala obsesinya tentang kehidupan yang dahulunya bahagia dan ingin dia kembalikan. dan berkat seekor simpanse yang menyadarkannya dari obsesi itu.
sang ayah kini sadar bahwa sebenarnya Tuhan tidak mengambil satu apapun dari padanya namun hanya memberikan sedikit pelajaran dan ujian tentang ketakwaanya.